Tata Lingkungan, Sudajaya Girang Hadirkan Kampung Florist
Sukabuminow.com || Desa Sudajaya Girang. Kecamatan/ Kabupaten Sukabumi. Akan segera meluncurkan program Kampung Florist. Dalam waktu dekat ini. Program tersebut akan direalisasikan di dua ke-Rw-an. Pada Agustus mendatang.
Kepala Desa Sudajaya Girang : Edi Juarsah. Menyebut tahap awal. Program tersebut akan didanai sebesar Rp500 juta. Bersumber dari dana P3K.
“Dana tersebut. Akan digunakan untuk pembuatan etalase. Gerbang masuk Kampung Selabintana Wetan. Yang dilengkapi rak-rak bunga di sepanjang jalan tersebut,” tuturnya kepada Sukabuminow. (16/7/19).
Baca Juga :
- Truk Pengangkut Benih Udang Terguling di Puncak Habibie
- Sinergitas Lintas Sektoral Diyakini Mampu Tangkal Narkoba
Menurutnya. Untuk pembangunan program Kampung Florist. Dibutuhkan dana hingga Rp5 Miliar. Pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap. Dengan dana seadanya. Lantaran dana yang ada. Tak sesuai.

“Untuk pembudidayaan tanaman itu sendiri. Kita akan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang dimiliki oleh warga. Untuk meminimalisir pengeluaran. Namun jika memungkinkan. Kami akan mengajukan menggunakan dana desa untuk mengembangkannya,” jelasnya.
Menurutnya. Kawasan bunga potong daun. Akan diterapkan di Kampung Selabintana RW 03 dan RW O4. Dua wilayah tersebut dipilih. Karena memiliki potensi yang cukup besar. Untuk mengembangkan program Kampung Florist. Sebab hampir sekitar 90 persen dari 1000 Kepala Keluarga : KK di tempat tersebut. Merupakan pelaku usaha tanaman hias.
“Masyarakat Kampung Selabintana. Memiliki sejarah sebagai pelaku budidaya tanaman hias. Sejak dari zaman penjajahan Belanda. Jadi mereka sudah mempunyai dasar. Kita hanya akan mengembangkan saja,” ungkapnya.
Baca Juga :
- Tata Ruang Lemah Dituding Penyebab Kemacetan di Sukabumi, Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang : Tata Kelola Sesuai Peraturan
- Soal Kemacetan, Ini Kata Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi
Selain itu. Alasan lain program Kampung Florist di terapkan di kampung Selabintana. Karena dua wilayah ke-Rw-an tersebut. Berdasarkan hasil dari pemetaan wilayah. Merupakan wilayah yang masuk kedalam kategori kawasan kumuh. Yang artinya penataan lingkungannya masih semrawut.
“Konsep yang akan diterapkan di Kampung Florist. Yakni menata lingkungan sedemikian rupa. Dengan mengedepankan kearifan lokal. Dengan mengembangkan tanaman endemik khusus. Di wilayah masing-masing dengan melibatkan generasi mudanya,” tutupnya. (Diana NH)
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




