Kabupaten SukabumiPeristiwa

Jembatan Putus di Jampangtengah Sukabumi, Bukti Nyata Ancaman Cuaca Ekstrem

Sukabuminow.com || Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jampangtengah pada Minggu malam (19/4/26) memicu banjir yang berujung pada putusnya Jembatan Linggamanik, salah satu akses vital penghubung warga di ruas Bojongjengkol–Miramontana.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.45 WIB itu menjadi pengingat bahwa intensitas hujan yang kian sulit diprediksi kini mulai menggerus infrastruktur dasar di daerah. Jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 5,5 meter tersebut tak mampu menahan derasnya arus air, hingga akhirnya ambruk dan tidak dapat lagi dilalui kendaraan.

Dampaknya langsung terasa ke kehidupan sehari-hari warga. Akses transportasi terputus, aktivitas ekonomi terganggu, dan anak-anak sekolah harus berjuang lebih keras untuk tetap belajar.

Di pagi hari setelah kejadian, sejumlah pelajar tampak harus menempuh perjalanan lebih panjang. Mereka memutar hingga sekitar 2 kilometer melalui jalur alternatif Cisurat untuk kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat harus mengambil rute lebih jauh melalui Bojonglopang.

Di tengah keterbatasan, warga membangun jembatan bambu darurat sebagai solusi sementara. Meski sederhana, jembatan tersebut menjadi penghubung penting bagi pejalan kaki.

Asep (45 th), seorang pengguna jalan, mengaku kondisi ini sangat menyulitkan aktivitasnya sebagai pekerja harian.

“Hujannya memang deras sekali semalam. Sekarang jalannya putus, kami harus cari jalan lain. Kalau begini terus, penghasilan juga ikut terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Lina (37 th), seorang ibu rumah tangga, mengaku khawatir setiap kali anaknya harus melintasi jembatan darurat tersebut.

“Cuaca sekarang tidak menentu. Takut kalau hujan lagi, jembatan bambu ini tidak kuat. Tapi anak tetap harus sekolah,” katanya.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen awal serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kami sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur desa, kecamatan, TNI, dan Polri. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi hujan masih cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut Dadi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup luas, terutama terhadap mobilitas warga dan aktivitas pendidikan.

Di sisi lain, kekhawatiran masih menyelimuti warga. Meski kondisi cuaca mulai cerah berawan, ancaman hujan susulan tetap menjadi bayang-bayang yang belum sepenuhnya hilang.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan,” pungkas Dadi.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page