Stunting Ancam Masa Depan Bangsa, Pemkab Sukabumi Gencarkan Edukasi Keluarga
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya penanggulangan stunting sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menciptakan generasi sehat dan berkualitas. Dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025, UPTD Pengendalian Penduduk (Dalduk) KB Wilayah Kecamatan Palabuhanratu menggelar kegiatan santunan kepada keluarga berisiko stunting, sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya pencegahan sejak dini.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa anak-anak yang tumbuh sehat tanpa stunting akan menjadi pilar kuat pembangunan bangsa.
“Pengendalian jumlah penduduk dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan tidak mengalami stunting akan melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan kuat,” ujarnya, Senin (23/6/25).
Andreas menguraikan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah daerah, antara lain penyuluhan gizi melalui Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pemberdayaan kader untuk melakukan sweeping terhadap warga yang enggan memeriksakan anaknya ke Posyandu.
Ia juga menekankan pentingnya memahami usia pernikahan yang ideal untuk mencegah lahirnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
“Usia pernikahan yang dianjurkan pemerintah adalah minimal 19 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Jika pernikahan dilakukan di bawah usia itu, ada risiko stunting dan persoalan administratif keluarga, seperti KK yang belum dapat disatukan, serta masalah kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.
Selain itu, Andreas menyoroti pentingnya asupan gizi seimbang. Ia menekankan bahwa edukasi tentang pola makan sehat harus terus dilakukan agar masyarakat tidak salah dalam memilih makanan, terutama bagi anak-anak usia dini.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan melalui kombinasi penyuluhan, bantuan makanan tambahan, serta penguatan peran keluarga. Kami berharap strategi ini dapat berdampak nyata di masyarakat,” pungkasnya.
Camat Palabuhanratu: Program Ini Langsung Dirasakan Manfaatnya oleh Warga
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Palabuhanratu, Deni Yudono, yang menyatakan apresiasinya terhadap program santunan dan edukasi keluarga berisiko stunting yang digelar di wilayahnya. Menurutnya, program ini bukan sekadar simbolis, tetapi memberikan dampak konkret bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya UPTD Dalduk KB, dalam menangani stunting melalui pendekatan langsung ke keluarga. Warga kami, terutama yang berada dalam kategori rawan stunting, merasakan manfaat nyata dari program ini, baik secara edukatif maupun bantuan yang diterima,” ujar Deni.
Deni menyebut, peran aktif Posyandu dan kader kesehatan sangat terasa di lapangan. Ia menilai kegiatan ini memperkuat peran keluarga dalam memahami pentingnya pola makan sehat, sanitasi, dan kesiapan usia menikah.
“Kami melihat masyarakat mulai terbuka menerima edukasi, terutama dalam hal gizi anak dan kesiapan berumah tangga. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi Palabuhanratu dan Sukabumi secara luas,” ungkapnya.
Ia pun berharap program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas jangkauannya agar seluruh keluarga yang berisiko stunting mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




