Rem Blong Lagi di Sukabumi, Pengguna Jalan Soroti Minimnya Antisipasi di Jalur Turunan
Sukabuminow.com || Suasana Sabtu (18/4/26) malam di ruas Jalan Raya Sukabumi–Bogor, tepatnya di wilayah Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, mendadak berubah mencekam. Sebuah truk besar meluncur tak terkendali sebelum akhirnya menghantam sebuah ruko di pinggir jalan.
Bagi sebagian pengguna jalan yang melintas saat itu, kejadian tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan momen yang nyaris berujung tragedi.
“Saya lagi lewat dari arah Bogor, tiba-tiba lihat truk sudah oleng. Lampunya nyala terang, tapi lajunya enggak wajar. Kayak sudah enggak bisa dikendalikan,” ujar Azhar Faisal (34 th), seorang pengendara motor yang menjadi saksi mata di lokasi.
Ia mengaku sempat memperlambat kendaraan karena merasa ada yang tidak beres. Dalam hitungan detik, suara benturan keras pun pecah di tengah sunyinya malam.
“Brak! Keras banget. Saya langsung berhenti, jantung rasanya deg-degan. Takut ada korban,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, truk jenis Isuzu Giga bernomor polisi F 9106 QA tersebut melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Dugaan sementara, kendaraan mengalami rem blong saat melintasi jalur menurun yang memang dikenal rawan.
Seorang pengguna jalan lainnya, Rudi Irwandi (41 th), yang juga berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menilai sopir kemungkinan besar dilanda kepanikan saat situasi darurat terjadi.
“Kalau sudah rem blong di turunan, memang sulit. Tapi tadi kelihatannya sopir panik. Truk sempat dibanting ke kiri, mungkin mau cari penyelamatan,” ujarnya.
Upaya tersebut rupanya tidak cukup. Truk tetap melaju dengan beban berat hingga menerobos pembatas jalan dan menghantam bangunan ruko yang dalam kondisi tutup.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir dilaporkan selamat, sementara ruko yang tertabrak mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Meski begitu, kejadian ini kembali membuka fakta lama yang kerap dikeluhkan pengguna jalan: jalur tersebut dikenal sebagai titik rawan kecelakaan, terutama akibat kendaraan berat yang mengalami rem blong.
“Ini bukan pertama kali. Sudah sering dengar kejadian seperti ini di sini. Harusnya ada solusi, entah jalur penyelamat atau rambu tambahan,” kata Andri.
Hingga dini hari, petugas kepolisian masih berjaga untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Proses evakuasi kendaraan pun berlangsung bertahap dengan memindahkan muatan pasir ke armada lain.
Di balik suara benturan yang memecah sunyi, terselip harapan sederhana dari para pengguna jalan, yakni perjalanan yang aman, tanpa bayang-bayang rem blong yang selalu mengintai di turunan panjang Sukabumi.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




