Resmi Diluncurkan, SPPG Palabuhanratu Citepus Siap Perkuat Gizi Nasional

Sukabuminow.com || Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini memiliki 15 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Itu setelah Dapur SPPG Palabuhanratu Citepus, di Citepus resmi diluncurkan pada Senin (20/4/25). Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat berjalan lebih merata, terukur, dan berkelanjutan.

Peluncuran SPPG Palabuhanratu Citepus tidak sekadar seremoni. Program ini langsung menargetkan pelayanan kepada 2.000 Calon Penerima Manfaat (CPM), sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat berbasis wilayah.

Dapur gizi tersebut diproyeksikan menjadi pusat produksi makanan sehat dengan standar ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi. Seluruh operasional mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pemilik Dapur SPPG Palabuhanratu Citepus, Riki Ricardo, menegaskan bahwa program ini dibangun dengan komitmen penuh terhadap kualitas dan kebermanfaatan.

“Visi utama kami adalah memastikan tidak ada celah dalam pemenuhan gizi bagi penerima manfaat. Setiap makanan yang diproduksi di sini harus memenuhi standar nutrisi yang optimal,” ujar Riki saat ditemui di lokasi peluncuran.

Lebih dari sekadar penyediaan makanan bergizi, SPPG Citepus juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Program ini secara aktif melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Namun, semua tetap harus berjalan sesuai SOP yang telah ditetapkan. Ini bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” lanjutnya.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai menjadi kekuatan utama program. Dengan menggandeng petani, pedagang, dan pelaku usaha setempat, SPPG tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas.

Kehadiran SPPG Citepus diharapkan mampu memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hidup di tingkat lokal. Dalam jangka panjang, model ini berpotensi menjadi contoh pengembangan program serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan dimulainya operasional dapur gizi ini, Palabuhanratu tidak hanya menjadi bagian dari program nasional, tetapi juga tampil sebagai salah satu titik penting dalam gerakan kolektif menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

BANYAK DIBACA

Terbaru