Pariwisata Berbasis Desa Digenjot, Sukabumi Targetkan Dampak Ekonomi Nyata
Sukabuminow.com || Upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Melalui Dinas Pariwisata, langkah konkret kini dilakukan dengan menurunkan tim langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring, evaluasi, sekaligus pembinaan desa wisata.
Program ini berlangsung dalam periode penilaian April 2026 dan menyasar sejumlah kecamatan serta desa wisata yang dinilai memiliki potensi unggulan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas penilaian, melainkan bagian dari strategi besar untuk mempercepat peningkatan kualitas desa wisata.
“Monitoring dan evaluasi ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan desa wisata di Sukabumi benar-benar siap, baik dari sisi pelayanan, pengelolaan, maupun daya tariknya. Kami ingin desa wisata tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (18/4/26).
Pengembangan desa wisata kini menjadi salah satu isu strategis nasional, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan wilayah. Sukabumi, dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi model pengembangan wisata berbasis desa.
Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Mulai dari kapasitas sumber daya manusia, standar pelayanan, hingga pengelolaan destinasi yang masih belum merata.
Ali mengakui, peningkatan kualitas menjadi fokus utama dalam program ini.
“Kami tidak hanya menggali potensi, tetapi juga memperkuat kapasitas pengelola. Desa wisata harus mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim Dinas Pariwisata melakukan beberapa pendekatan utama, di antaranya:
Verifikasi kesiapan desa wisata
Identifikasi potensi unggulan berbasis lokal
Evaluasi kualitas layanan wisata
Pembinaan pengelolaan destinasi
Penguatan kelembagaan dan kolaborasi
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong desa wisata “naik kelas”, dari sekadar destinasi lokal menjadi tujuan wisata yang memiliki daya saing lebih luas, termasuk di tingkat nasional.
Ali menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi faktor penentu.
“Pariwisata yang kuat lahir dari kolaborasi. Kami mengajak semua pihak untuk terlibat aktif, karena manfaatnya akan kembali ke masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.
Dengan pendekatan evaluasi dan pembinaan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan beberapa dampak strategis:
Peningkatan kunjungan wisatawan
Pertumbuhan ekonomi berbasis desa
Terbukanya lapangan kerja baru
Pelestarian budaya dan lingkungan
Penguatan identitas lokal
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Sukabumi sebagai salah satu daerah unggulan pariwisata di Jawa Barat.
“Harapan kami, desa wisata di Sukabumi bisa berkembang lebih maju, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Ali Iskandar.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




