AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Konservasi Berbasis Masyarakat, Strategi DLH Sukabumi Lindungi Keanekaragaman Hayati

Sukabuminow.com || Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan arah strategis baru dalam upaya penyelamatan keanekaragaman hayati dan perlindungan sumber daya air. Fokus tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Cicatih, yang menjadi penyangga utama ekosistem DAS Cimandiri.

Langkah itu ditandai dengan kegiatan Sosialisasi Perlindungan Sub DAS Cicatih di Kampung Jamoe, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, belum lama ini. Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan upaya membangun komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas lokal untuk mengatasi ancaman nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Deny Alam, menjelaskan bahwa Sub DAS Cicatih kini menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan, degradasi vegetasi riparian, dan aktivitas ekonomi yang tidak ramah lingkungan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya dukung lingkungan dan ketersediaan air di wilayah hilir.

“Perlindungan Sub DAS Cicatih memerlukan kolaborasi lintas sektor dan perubahan pola pikir bersama. DLH mendorong agar masyarakat, akademisi, dan komunitas lokal ikut menjadi garda depan konservasi,” ujar Deny, Jumat (7/11/25).

Ia menambahkan, sosialisasi ini diharapkan menjadi pintu masuk terbentuknya model konservasi partisipatif di tingkat lokal. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, DLH menargetkan kegiatan konkret seperti rehabilitasi lahan kritis, penanaman vegetasi riparian di bantaran sungai, serta pengelolaan air berbasis ekosistem.

Selain berfungsi sebagai penyangga hidrologi, Sub DAS Cicatih juga memiliki nilai ekologis tinggi karena menjadi habitat berbagai spesies flora dan fauna endemik. Namun, perubahan tata guna lahan yang masif mulai mengancam keberlanjutannya.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menghasilkan kesadaran sesaat. Target kami adalah perubahan perilaku dan aksi nyata di lapangan,” tegas Deny.

DLH Kabupaten Sukabumi memastikan, perlindungan Sub DAS Cicatih akan menjadi model kolaborasi lingkungan yang bisa direplikasi di wilayah lain. Dengan sinergi berbagai pihak, upaya menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan sumber daya air di Sukabumi diharapkan berjalan berkelanjutan dan terukur.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page