Kabupaten SukabumiPeristiwa

Kebakaran Beruntun di Sukabumi, Damkar Soroti Ancaman Korsleting Listrik di Rumah Produksi dan Sekolah

Sukabumiow.com || Dua peristiwa kebakaran terjadi dalam satu hari di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Keduanya menjadi alarm serius terkait ancaman korsleting listrik di bangunan rumah tangga maupun fasilitas pendidikan. Kebakaran terjadi di rumah yang digunakan untuk aktivitas konveksi di Kecamatan Nagrak dan ruang kelas SMPN 1 Kabandungan pada Jumat (15/5/26).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan dua insiden tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan instalasi listrik dan sistem pencegahan kebakaran di lingkungan padat aktivitas.

Menurut Budianto, kebakaran bukan hanya persoalan pemadaman api, melainkan bagian dari mitigasi risiko yang harus menjadi perhatian bersama, terutama pada bangunan yang memiliki aktivitas produksi maupun fasilitas publik seperti sekolah.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik harus rutin diperiksa. Bangunan dengan aktivitas produksi dan fasilitas pendidikan memiliki potensi risiko lebih tinggi apabila sistem kelistrikan tidak terawat,” ujar Budianto, Sabtu (16/5/26).

Kebakaran pertama terjadi di Kampung Nagrak RT 01/08, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak. Sebuah bangunan rumah milik warga yang digunakan untuk aktivitas pemotongan bahan konveksi terbakar sekitar pukul 14.00 WIB.

Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di ruangan yang digunakan untuk operasional alat pemotong bahan konveksi. Kobaran api dengan cepat merambat ke bagian atap dan plafon bangunan.

Beruntung, warga sekitar bergerak cepat melakukan pemadaman secara gotong royong sebelum api membesar. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan lanjutan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

“Respons cepat masyarakat sangat membantu sehingga api bisa dikendalikan dalam waktu singkat dan tidak merembet ke bangunan lain,” kata Budianto.

Dalam kejadian tersebut, seorang penghuni rumah mengalami luka bakar ringan di bagian tangan akibat terkena material terpal yang meleleh saat terbakar. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan tidak memerlukan perawatan intensif.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi pada malam harinya di SMPN 1 Kabandungan yang berada di Kampung Cipanas, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan.

Satu ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius setelah dilalap api. Petugas pemadam kebakaran dari Posko II Kalapanunggal diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 20.28 WIB.

Saat petugas tiba, api sebenarnya telah berhasil dipadamkan secara swadaya. Namun, tim Damkar tetap melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya api susulan dari bagian atap dan eternit bangunan yang masih menyimpan panas.

Hasil asesmen sementara menunjukkan tingkat kerusakan ruang kelas mencapai sekitar 40 persen. Sejumlah fasilitas belajar seperti meja dan kursi siswa diduga ikut terdampak kebakaran.

Budianto menegaskan, pihaknya saat ini terus memperkuat edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah dan pelaku usaha rumahan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan instalasi listrik secara berlebihan, rutin memeriksa kabel yang sudah tua, serta memastikan bangunan memiliki akses penanganan darurat ketika terjadi kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran sejak dini. Pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan saat api sudah membesar,” tegasnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua kejadian tersebut kembali memperlihatkan tingginya kerentanan kebakaran akibat faktor kelistrikan di wilayah permukiman dan fasilitas publik di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah bersama Damkar kini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap standar keamanan bangunan guna menekan risiko kebakaran serupa di masa mendatang.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page