Desa Wisata Tikukur Resmi Diluncurkan, Dispar Sukabumi Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga
Suakbuminow.com || Peresmian Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi sebagai Desa Wisata Tikukur menjadi momentum penting penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peluncuran desa wisata tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar dalam rangkaian Festival Seni Budaya Tikukur 2026 di Bale Tikukur, Sabtu (16/5/26).
Desa Wisata Tikukur menjadi bagian dari 31 desa dan kampung wisata yang sebelumnya telah dikukuhkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi di kawasan Karangpara. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi besar daerah dalam memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengapresiasi lahirnya Desa Wisata Tikukur yang dinilai mampu menghadirkan wajah baru pariwisata berbasis potensi lokal.
Menurut Ali, Desa Sukajaya memiliki kekuatan besar dari sisi budaya, alam, hingga aktivitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.
“Desa Wisata Tikukur menunjukkan bahwa potensi desa di Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa. Ketika budaya, alam, dan kreativitas masyarakat dipadukan, maka akan lahir destinasi wisata yang memiliki karakter kuat dan mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga,” ujarnya.
Ali menegaskan, pengembangan desa wisata saat ini menjadi isu strategis nasional karena sektor pariwisata berbasis komunitas dinilai lebih adaptif, berkelanjutan, dan mampu menjaga identitas budaya daerah.
Karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus mendorong seluruh desa wisata agar tidak hanya fokus pada destinasi, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, pelayanan wisata, hingga pengembangan UMKM lokal.
“Kami berharap Desa Wisata Tikukur dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi. Pariwisata bukan hanya soal kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana masyarakat bisa tumbuh bersama, ekonomi bergerak, budaya tetap lestari, dan generasi muda memiliki ruang kreatif,” kata Ali.
Ia juga menilai pengukuhan 31 desa wisata oleh Bupati Sukabumi di Karangpara menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemerataan pembangunan sektor pariwisata hingga tingkat desa.
Menurutnya, desa wisata memiliki efek berantai yang besar terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari tumbuhnya pelaku UMKM, homestay, seni budaya, kuliner lokal, hingga terbukanya lapangan pekerjaan baru.
“Ke depan kami ingin seluruh desa wisata di Kabupaten Sukabumi memiliki identitas dan keunggulan masing-masing. Ada yang kuat di budaya, alam, pertanian, hingga ekonomi kreatif. Ini akan memperkuat posisi Sukabumi sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan desa wisata dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami terus mendorong pariwisata berbasis masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga,” ujar Asep Japar dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Deden Gunaefi mengatakan, posisi geografis wilayahnya yang berbatasan dengan Kota Sukabumi menjadi nilai tambah dalam pengembangan desa wisata.
Ia menyebutkan, potensi pertanian, peternakan, budaya, dan UMKM menjadi daya tarik utama yang selama ini diminati wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim libur.
Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sendiri berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, pameran UMKM, hingga aktivitas budaya masyarakat yang menjadi identitas khas Desa Sukajaya.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana




