Padi Baru Dua Minggu Terendam Banjir, Petani Sukabumi Rugi Puluhan Juta
Sukabumiow.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali memicu bencana banjir. Kali ini, sekitar 120 hektare lahan persawahan di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, terendam air pada Rabu (14/5/26) sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisi tersebut mengancam ribuan tanaman padi yang baru memasuki usia tanam dua minggu.
Banjir yang merendam area pertanian itu memunculkan kekhawatiran serius di kalangan petani. Selain berpotensi menyebabkan gagal panen, genangan air juga diperkirakan memicu kerugian finansial hingga puluhan juta rupiah.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukasirna, M. Sulthoni, mengatakan banjir merendam sejumlah titik persawahan produktif yang berada di Kampung Cipicung, Kampung Pangasahan RT 003/RW 016, hingga kawasan Babakan Banten.
Menurut Sulthoni, luapan air terjadi akibat kapasitas Sungai Pengasahan yang dinilai sudah tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu.
“Penyebab utamanya karena Sungai Pengasahan ukurannya sempit, sehingga saat debit air meningkat, air langsung meluap ke area persawahan warga,” ujarnya.
Sulthoni menjelaskan, tanaman padi yang baru ditanam sangat rentan terhadap genangan berkepanjangan. Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan kondisi air yang stabil agar akar dapat berkembang optimal.
“Kalau terlalu lama terendam, akar tanaman bisa membusuk, pertumbuhan terganggu, bahkan mati sepenuhnya,” katanya.
Ia menyebut hampir seluruh hamparan sawah di kawasan terdampak kini berada dalam kondisi kritis. Para petani juga mulai khawatir terhadap potensi gagal panen yang dapat memukul perekonomian warga desa.
“Kerugian sementara diperkirakan lebih dari Rp40 juta. Itu belum termasuk biaya benih dan perawatan yang sudah dikeluarkan petani,” ungkapnya.
Banjir yang merendam ratusan hektare sawah di Sukabumi tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga menjadi perhatian terhadap ketahanan pangan lokal. Kecamatan Cibadak dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga produksi padi di Kabupaten Sukabumi.
Jika kondisi ini terus berulang tanpa penanganan serius, produktivitas pertanian di wilayah tersebut dikhawatirkan menurun drastis. Normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase menjadi kebutuhan mendesak agar bencana serupa tidak terus terjadi setiap musim hujan.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan cepat, mulai dari normalisasi aliran Sungai Pengasahan hingga pendataan kerugian petani terdampak.
Selain itu, petani juga meminta adanya bantuan benih dan dukungan pemulihan lahan apabila sebagian besar tanaman padi gagal diselamatkan.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




