Kepala DLH Sukabumi Apresiasi 31 Desa Wisata, Lingkungan Bersih Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan
Sukabuminow.com || Pengukuhan 31 desa dan kampung wisata di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menilai, pengembangan sektor wisata harus berjalan selaras dengan upaya menjaga alam dan ekosistem daerah.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus sarana pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Menurut Nunung, konsep desa wisata yang berkembang saat ini tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan, konservasi alam, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Pengembangan desa wisata harus menjadi gerakan bersama yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujar Nunung Nurhayati, Kamis (14/5/26).
Ia menegaskan, keberhasilan desa wisata sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang terawat. Karena itu, DLH Kabupaten Sukabumi mendorong seluruh pengelola desa wisata agar memperkuat pengelolaan sampah, menjaga kebersihan kawasan wisata, serta melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian alam.
Menurutnya, tren wisata nasional saat ini mulai bergeser ke arah wisata berbasis alam dan pengalaman lokal. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki kekayaan bentang alam, kawasan konservasi, budaya, hingga potensi geowisata yang kuat.
“Kalau lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman datang. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Nunung juga mengajak masyarakat desa, komunitas wisata, pelaku UMKM, hingga generasi muda untuk bersama-sama membangun budaya sadar lingkungan di kawasan wisata. Ia menilai, semangat gotong royong menjadi modal penting agar desa wisata di Sukabumi mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
DLH Kabupaten Sukabumi, lanjut Nunung, siap mendukung penguatan desa wisata melalui edukasi lingkungan, kampanye pengurangan sampah plastik, hingga pembinaan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Desa wisata yang kuat adalah desa yang mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan. Kolaborasi menjadi kunci agar potensi wisata Sukabumi tetap terjaga dan semakin dikenal secara nasional,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi mengukuhkan 31 desa dan kampung wisata yang dipusatkan di kawasan wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5/26).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa. Selain dikenal memiliki panorama alam yang kuat, sejumlah desa wisata di Sukabumi juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, hingga wisata edukasi berbasis lingkungan.
Dengan semakin berkembangnya desa wisata, Kabupaten Sukabumi diproyeksikan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




