AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahanSosial

Kabupaten Sukabumi Miliki Ratusan Kilometer Garis Pantai, Cibutun di Dalamnya

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer. Garis pantai tersebut membentang dari Cibangban di Kecamatan Cisolok hingga Ujunggenteng di Kecamatan Ciracap. Sebagian besar garis pantai termasuk dalam kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG).

Salah satu pantai yang saat ini tengah dibersihkan dari gunungan sampah, yakni Pantai Cibutun di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, berada di kawasan CPUGG. Pembersihan di bawah komando Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi mendapatkan sambutan hangat dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.

“Kita sampaikan apresiasi penghargaan setinggi-tingginya untuk kegiatan ini melalui kodim, kepolisian dan pihak pemerintah. Kami dari Dinas Pariwisata mencoba untuk ambil bagian dalam kegiatan ini,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, Jumat (6/10/23).

Sigit mengatakan, Pantai Cibutun memang tidak sepopuler pantai lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan tetangganya, Pantai Talanca Loji, sekalipun. Namun faktanya, tempat tersebut cocok dijadikan destinasi wisata dari mulai mancing, rekreasi keluarga, hingga surfing, mengingat ombak yang dimiliki cukup bagus.

“Setelah dibersihkan mungkin akan berbeda. Ke depannya semua elemen mulai dari masyarakat, pemerintah, pengunjung, dan lainnya harus sama-sama menjaga kebersihan tempat ini,” ujarnya.

Lebih jauh Sigit mengungkapkan, dirinya ingin menjadikan Pantai Cibutun dan Loji menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Namun ia menegaskan, hal itu membutuhkan kajian untuk menentukan konsep ke depan.

“Hasil dari kajian itu nanti akan tertuang layaknya akan seperti apa, konsepnya seperti apa. Jadi kita berharap ada aktivitas kepariwisataan yang bisa menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar. Kemudian bisa dimanfaatkan untuk lingkungan supaya lebih hidup tempat ini,” bebernya.

Sigit juga berharap adanya kajian terkait asal muasal sampah yang kerap memenuhi pantai tersebut. Solusi, kata Sigit, dibutuhkan untuk mencegah hal sama kembali terulang. Mengingat pantai tersebut seperti dibiarkan kotor padahal nyatanya sering dibersihkan.

“Kami melihat sampah sampah ini bukan dari kunjungan wisata ya. Mungkin dari akumulasi karena ini teluk. Perlu dikaji juga sampah dari mana, mungkin ada bagian lain atau prangkat daerah lain bisa mengkaji supaya da solusi kendepan yang bisa dilakukan. Sehingga penumpukan sampah tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Ade F)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button