Sukabuminow.com || Kunjungan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai dipandang sebagai salah satu daerah strategis pengembangan pariwisata nasional.
Di tengah persaingan destinasi wisata di Indonesia, Sukabumi dinilai memiliki modal besar untuk naik kelas sebagai pusat wisata alam berkelanjutan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.
Kunjungan kerja yang berlangsung Minggu (10/5/26) itu tidak hanya berfokus pada keindahan alam, tetapi juga pada peluang pengembangan ekonomi kawasan wisata berbasis masyarakat.
Rombongan Wakil Menteri Pariwisata disambut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha wisata di kawasan selatan Sukabumi.
Ali mengatakan, perhatian pemerintah pusat terhadap Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan pariwisata daerah.
Menurutnya, sektor wisata kini menjadi salah satu penggerak ekonomi paling potensial di Kabupaten Sukabumi karena mampu menciptakan efek berantai bagi masyarakat.
“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat. Mulai dari kuliner, penginapan, transportasi, pemandu wisata, hingga produk ekonomi kreatif lokal,” ujarnya, Selasa (12/5/26).
Ia menilai, penguatan sektor pariwisata harus dibarengi peningkatan kualitas infrastruktur dan promosi digital agar daya saing destinasi wisata Sukabumi semakin kuat di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin pariwisata Sukabumi berkembang secara berkelanjutan dan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kunjungannya, Wamenpar Ni Luh Puspa mengaku terkejut melihat perkembangan kawasan Geopark Ciletuh yang dinilai memiliki lanskap alam luar biasa.
Ia menyebut Sukabumi memiliki karakter wisata yang kini banyak dicari wisatawan, yakni ketenangan alam, keaslian lingkungan, dan pengalaman wisata berbasis budaya lokal.
“Ini pertama kali saya datang ke Sukabumi dan ternyata potensinya sangat besar. Alamnya indah, suasananya nyaman, dan punya daya tarik kuat untuk wisatawan,” ungkapnya.
Menurut Ni Luh, tren wisata global saat ini mulai bergeser ke arah sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Karena itu, kawasan wisata yang mampu menjaga lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal akan memiliki peluang lebih besar berkembang di masa depan.
Ia menegaskan, status UNESCO Global Geopark yang dimiliki Ciletuh-Palabuhanratu harus dijaga sebagai aset internasional yang bernilai strategis bagi Indonesia.
“Keindahan alam Sukabumi adalah kekuatan utama. Karena itu kebersihan, pelestarian lingkungan, dan kesadaran wisata harus terus dijaga bersama,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah pusat juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata di Sukabumi, termasuk penguatan aksesibilitas, fasilitas wisata, dan promosi destinasi.
“Kami siap mendukung pengembangan pariwisata Sukabumi karena potensinya besar untuk menjadi destinasi unggulan Indonesia,” katanya.
Kunjungan Wakil Menteri Pariwisata tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi Sukabumi untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat wisata alam unggulan di Jawa Barat.
Dengan kekayaan pantai selatan, geopark, air terjun, wisata budaya, hingga kawasan konservasi alam yang masih terjaga, Sukabumi kini memiliki peluang besar menjadi daerah tujuan wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Di akhir kunjungannya, Ni Luh mengajak masyarakat ikut memperkenalkan potensi wisata Sukabumi ke dunia internasional.
“Tolong kabarkan kepada dunia bahwa Sukabumi punya keindahan luar biasa. Ini bukan hanya tempat wisata, tetapi tempat untuk merasakan ketenangan dan keaslian alam Indonesia,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana
