Kota SukabumiSosial

Tinggal Sebatang Kara di Rutilahu, Mak Eyoh Harapkan Bantuan

Sukabuminow.com || Mak Eyoh (74). warga Kampung Bangsanaya. RT 03/07. Kelurahan Situmekar. Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan rumah yang ia tempati hanya bambu anyaman. Dengan ukuran 2×3 meter.

Jangankan untuk memperbaiki rumah. Untuk biaya hidup keseharian saja. Dirinya harus berkeliling berjalan kaki hingga 5 kilometer. Menenteng bakul nasi berisi sayuran dagangannya.

“Emak jualan sayur tiap hari keliling kampung. Bisa nyampe 5 kilometer. Modalnya cuma Rp30 ribu. Emak membelinya di pasar. Kalau laku semua. Emak bisa dapat uang Rp50 ribu. Tapi kan jarang habis. Jadi sisanya suka dibawa pulang. Boro-boro buat benerin rumah. Ada buat makan saja sudah alhamdulillah,” tuturnya kepada Sukabuminow. Saat ditemui di rumahnya. Senin (10/06/19).

Baca Juga  :

Berdasarkan pantauan. Tempat istirahat Mak Eyoh. Hanya beralaskan kasur kecil yang keras dan lapuk. Bahkan dindingnya pun terpaksa harus dipasang kain usang. Sebagai penambal dinding bilik. Menghalangi angin yang berhembus masuk ke dalam.

“Ya emak pasang kain-kain. Biar sudah pada sobek. Yang penting kalau malam angin nggak masuk. Jadi emak nggak kedinginan,” lirih nenek yang tinggal sebatang kara. Tanpa anak dan suami tersebut.

Mirisnya, selain banyak lubang-lubang kecil dalam bilik dinding gubuk Mak Eyoh. Gubuk yang dulu dibangun dari hasil kepedulian warga sekitar tersebut. Tiang penyangga bangunannya sudah rapuh dan mengkhawatirkan.

“Emak sangat ingin memperbaiki rumah. Tapi dari mana biayanya,” tandasnya. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Inline
Inline