Disdikbud Kota Sukabumi Tetapkan SFH untuk 7 Sekolah di Zona Aksi Unjuk Rasa 2.6.26
Sukabuminow.com || Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah menengah pertama di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengalami perubahan pada Selasa (2/6/26). Sebanyak tujuh sekolah yang berada di sekitar kawasan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem School From Home (SFH).
Kebijakan tersebut diberlakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi sebagai langkah antisipasi terhadap aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar Forum RT/RW bersama sejumlah elemen masyarakat di pusat pemerintahan Kota Sukabumi.
Sejak pagi, kawasan Balai Kota dan DPRD Kota Sukabumi menjadi titik konsentrasi massa yang menyuarakan berbagai tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Situasi tersebut membuat pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan peserta didik selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa kebijakan belajar dari rumah hanya diberlakukan bagi sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi.
“Sebetulnya tidak seluruh sekolah. Hanya sekolah-sekolah yang berada di sekitar lokasi aksi di kawasan Balai Kota dan DPRD yang diberikan kebijakan belajar di rumah,” ujarnya.
Tujuh sekolah yang menerapkan pembelajaran daring hari ini terdiri atas:
SMP Negeri 1 Kota Sukabumi
SMP Negeri 2 Kota Sukabumi
SMP Negeri 5 Kota Sukabumi
SMP Negeri 9 Kota Sukabumi
SMP Mardi Waluya
SMP Muhammadiyah
SMP Taman Siswa
Sementara itu, sekolah-sekolah yang berada di luar radius lokasi aksi tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Menurut Novian, keputusan tersebut diambil untuk menghindari potensi gangguan aktivitas belajar serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan massa di sekitar jalur menuju sekolah.
Pasalnya, jadwal aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB bertepatan dengan jam efektif pembelajaran di sekolah.
“Kami lebih mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan siswa. Ini murni langkah antisipasi agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengganggu keamanan peserta didik,” katanya.
Menariknya, keputusan penerapan SFH dilakukan secara cepat melalui koordinasi langsung dengan kepala sekolah. Informasi tersebut disampaikan melalui grup komunikasi daring agar dapat segera diteruskan kepada guru, siswa, dan orang tua.
Langkah cepat tersebut dilakukan setelah sejumlah kepala sekolah meminta kepastian terkait kondisi keamanan menjelang pelaksanaan aksi.
Aksi yang berlangsung hari ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang digelar di Kota Sukabumi dalam beberapa bulan terakhir.
Forum Komunikasi Pengurus RT/RW Kota Sukabumi bersama berbagai elemen masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Aspirasi yang disuarakan antara lain terkait pelaksanaan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), kejelasan program dana abadi bagi RT, pencairan insentif pengurus lingkungan, transparansi pengelolaan anggaran kemasyarakatan, hingga evaluasi sejumlah kebijakan pemerintahan daerah.
Para pengurus RT dan RW menilai sejumlah program yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat perlu segera direalisasikan secara konkret dan transparan.
Selain menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah, massa juga mendorong DPRD Kota Sukabumi untuk meningkatkan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan strategis yang berkembang di tengah masyarakat.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




