Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali mencatatkan capaian penting di tingkat nasional setelah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk ke-12 kalinya. Di balik capaian tersebut, muncul pesan kuat bahwa keberhasilan pengelolaan keuangan daerah harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari sudut pandang sektor permukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi menilai opini WTP bukan sekadar indikator administratif, melainkan fondasi penting untuk memperkuat kualitas pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mempertahankan opini WTP hingga 12 kali berturut-turut.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam membangun sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil pembangunan.
“Alhamdulillah, raihan opini WTP ke-12 ini menjadi capaian yang patut disyukuri bersama. Namun yang lebih penting, bagaimana pengelolaan keuangan yang baik tersebut mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sendi, Jumat (12/6/26).
Ia menegaskan, bagi Disperkim, tata kelola anggaran yang sehat menjadi instrumen penting dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan permukiman, peningkatan kualitas lingkungan hunian, serta penyediaan sarana dasar yang layak.
Menurut Sendi, masyarakat saat ini tidak hanya menilai keberhasilan pemerintah dari besarnya program yang dijalankan, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Karena itu, setiap perencanaan dan penggunaan anggaran harus diarahkan pada pembangunan yang terukur, tepat sasaran, dan memiliki nilai manfaat jangka panjang.
“Opini WTP harus menjadi energi baru untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program. Kami di Disperkim berkomitmen memastikan setiap kegiatan berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kawasan permukiman di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan tempat tinggal, sektor perumahan dan kawasan permukiman dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat daya saing wilayah.
Pembangunan permukiman yang tertata tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, produktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup secara menyeluruh.
Sendi menjelaskan, penguatan akuntabilitas keuangan menjadi bagian penting agar program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan wilayah di Kabupaten Sukabumi yang terus berkembang.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP juga harus diikuti dengan budaya kerja yang adaptif, profesional, dan terbuka terhadap evaluasi.
“Kepercayaan publik yang terus terbangun harus dijaga melalui kerja nyata. Kami berharap capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, pembangunan yang lebih berkualitas, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana
