Program Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Dongkrak Kesadaran Warga Sukabumi
Sukabuminow.com || Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Sukabumi II Palabuhanratu mencatat ribuan kendaraan, termasuk kendaraan dinas berplat merah, masih menunggak pembayaran pajak. Berdasarkan data terbaru, terdapat:
- 4.401 unit kendaraan plat merah
- 42.145 unit Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU)
- 3.243 unit Kendaraan Bermotor Dinas Umum (KBMDU)
Namun, program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membawa dampak positif. Masyarakat mulai lebih sadar akan kewajibannya dalam membayar pajak.
Lonjakan Pembayaran Pajak Hingga 300 Persen
Ujang Ruhiyat, Kepala Tim Pentag P3DW Kabupaten Sukabumi Wilayah II Palabuhanratu, mengungkapkan bahwa program ini telah meningkatkan pembayaran pajak secara signifikan.
“Kami mencatat peningkatan hingga 300 persen di wilayah Palabuhanratu, terutama untuk kendaraan roda dua dengan pajak lima tahunan dan balik nama kendaraan,” jelasnya, Selasa (25/3/25).
Untuk mempermudah pembayaran pajak, P3DW menghadirkan layanan Samsat Keliling (Samling) yang ditempatkan di samping kantor Samsat Palabuhanratu.
“Layanan ini kami siapkan agar masyarakat tidak perlu antre panjang dan lebih mudah dalam memenuhi kewajibannya,” tambahnya.
Strategi Samsat Sukabumi Genjot Kesadaran Pajak
P3DW Kabupaten Sukabumi juga aktif melakukan sosialisasi melalui berbagai cara, seperti:
- Sosialisasi langsung di kecamatan
- Talkshow di stasiun radio
- Kampanye melalui media sosial
Menurutnya, meskipun ada peningkatan jumlah wajib pajak, potensi pendapatan pajak periode 20-25 Maret masih belum bisa disimpulkan secara pasti.
“Peningkatan belum terlalu signifikan karena adanya penghapusan denda, tapi yang terpenting kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ujarnya.
P3DW berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penertiban pajak kendaraan guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Harapannya, kesadaran membayar pajak kendaraan tidak hanya saat ada program khusus dari pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan rutin masyarakat. (Edo)
Redaktur : Andra Permana




