Jejak Sampah Misterius di Sukabumi: DPRD Turun Tangan, Dugaan Kaitan MBG Diselidiki
Sukabuminow.com || Dari mana asal tumpukan sampah yang mendadak viral di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat? Pertanyaan itu kini menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan limbah menggunung di pinggir jalan. Di tengah spekulasi yang berkembang, DPRD Kabupaten Sukabumi memilih turun tangan untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya.
Rekaman berdurasi 1 menit 4 detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi sampah yang tidak biasa, menumpuk dalam jumlah besar di bahu jalan, seolah berasal dari aktivitas terpusat, bukan sekadar limbah rumah tangga biasa.
Lokasi yang diduga berada di perbatasan Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, dan Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, menambah kompleksitas persoalan. Wilayah perlintasan ini dinilai strategis, sehingga memunculkan dugaan adanya aktivitas pembuangan dari pihak tertentu.
Di tengah berkembangnya asumsi publik, muncul dugaan yang mengaitkan tumpukan sampah tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga saat ini, belum ada bukti valid yang menguatkan klaim tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan menjadi liar tanpa kejelasan.
“Semua informasi yang beredar harus diverifikasi. Kita tidak ingin masyarakat menerima informasi yang belum tentu benar,” ujarnya, Senin (13/4/26).
Menurut Politisi Golkar itu, ada dua hal yang harus diungkap secara bersamaan, yakni sumber sampah dan pihak yang bertanggung jawab. Tanpa itu, persoalan ini berpotensi menimbulkan persepsi keliru terhadap program pemerintah.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan oknum, jika nantinya hasil penelusuran mengarah ke sana.
“Kalau memang terbukti ada oknum yang terlibat, apalagi membawa nama program pemerintah seperti MBG, itu harus ditindak tegas,” tegasnya.
Lebih jauh, DPRD mendorong instansi teknis untuk tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tetapi juga investigasi lapangan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pola distribusi sampah, jenis limbah, hingga kemungkinan asalnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan apakah tumpukan tersebut merupakan insiden tunggal, praktik berulang, atau bahkan bagian dari persoalan pengelolaan sampah yang lebih besar.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




