Satpol PP Masuk Sekolah di Sukabumi, Menjawab Ancaman Kenakalan Remaja dari Dalam Kelas
Sukabuminow.com || Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja dan rendahnya kesadaran hukum di kalangan pelajar, langkah tak biasa dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka tidak lagi menunggu pelanggaran terjadi di ruang publik, melainkan masuk langsung ke ruang kelas.
Melalui program “Satpol PP Goes To School”, edukasi hukum kini dibawa ke lingkungan pendidikan, seperti yang terlihat di SMAN 1 Kalibunder, Senin (13/4/26). Program ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan bagian dari strategi pencegahan berbasis pendekatan manusiawi serta melibatkan unsur TNI dan Polri.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, mengungkapkan bahwa pendekatan represif tidak lagi cukup untuk menjawab dinamika sosial remaja saat ini.
“Kami tidak ingin hadir hanya saat terjadi pelanggaran. Justru yang lebih penting adalah bagaimana mencegah itu sejak awal, dari lingkungan sekolah. Di sinilah karakter dan kesadaran hukum mulai dibentuk,” ujar Deni.
Ia didampingi Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Ujang Soleh, serta Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Adang Hidayat, yang turut memberikan pemahaman langsung kepada para siswa.
Fenomena kenakalan remaja, menurut Deni, tidak bisa dilihat secara parsial. Ada faktor lingkungan, kurangnya pemahaman aturan, hingga pengaruh media sosial yang membentuk pola perilaku generasi muda.
Alih-alih menyalahkan, Satpol PP memilih pendekatan dialogis. Di dalam kelas, para siswa diajak berdiskusi, bukan sekadar mendengarkan.
“Kami ingin mereka merasa dilibatkan, bukan dihakimi. Ketika mereka paham alasan di balik aturan, maka kepatuhan akan tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut sanksi,” jelasnya.
Program ini juga menjadi respons terhadap kebutuhan literasi hukum yang selama ini belum tersentuh secara optimal di tingkat pelajar.
Di balik suasana formal kegiatan, terselip cerita sederhana yang menggambarkan dampak nyata program ini. Adriansyah, siswa kelas XI, awalnya mengira kegiatan tersebut hanya sekadar penyuluhan biasa.
Namun persepsinya berubah setelah mengikuti sesi diskusi.
“Ternyata bukan cuma soal aturan, tapi juga bagaimana kita bersikap di masyarakat. Jadi lebih sadar kalau hal kecil pun bisa berdampak besar,” tuturnya.
Baginya, penjelasan yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari tentang disiplin, tanggung jawab, hingga konsekuensi dari setiap tindakan.
Langkah Satpol PP ini menegaskan bahwa penegakan ketertiban tidak selalu harus dimulai dari tindakan penindakan. Justru, membangun kesadaran sejak dini dinilai jauh lebih efektif dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, sekolah menjadi titik strategis untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat.
Deni berharap, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.
“Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran hukum. Itu fondasi penting untuk masa depan daerah,” pungkasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




