Kabupaten SukabumiSosial

Kades Cikahuripan Tegaskan Tak Salahkan RSUD Palabuhanratu, Minta KIS APBD Kembali Diaktifkan

Sukabuminow.com || Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Heri Suryana atau yang akrab disapa Midun, memberikan klarifikasi terkait video viral dirinya yang sempat mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Midun menegaskan, tidak ada sedikit pun niat untuk menyalahkan pihak RSUD Palabuhanratu dalam video tersebut. Justru, ia menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan rumah sakit.

“Alhamdulillah STNK sudah saya ambil karena sudah dibayarkan. Tadi saya sudah klarifikasi ke Humas RSUD, khawatir ada kesalahpahaman. Kami tidak menyalahkan rumah sakit, karena Alhamdulillah pasien sudah ditangani sampai sembuh,” ujar Midun usai bertemu pihak RSUD Palabuhanratu, Selasa (27/5/25).

Meski demikian, Midun mengungkapkan keprihatinan atas belum aktifnya program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang didanai dari APBD Kabupaten Sukabumi. Ia berharap pemerintah daerah bisa segera mengaktifkannya kembali demi pelayanan kesehatan masyarakat.

“Yang saya sesalkan itu soal KIS dari APBD. Bagaimana program itu bisa kembali seperti dulu. Sekarang masyarakat sangat butuh, sementara BPJS prabayar butuh waktu 14 hari untuk aktif. Kalau warga mendesak harus ke rumah sakit, siapa yang tangani?” tegasnya.

Menurutnya, para kepala desa menghadapi kesulitan besar ketika warga datang meminta bantuan biaya pengobatan, sementara fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah belum tersedia.

“Dulu, saat warga sakit, cukup bikin berita acara di desa dan SKTM dari Dinsos, paginya langsung aktif. Sekarang susah. BPJS prabayar 14 hari, padahal warga butuh penanganan saat itu juga. Kalau tidak ditolong, bisa fatal,” jelas Midun.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah konkret.

“Saya mohon Pemkab Sukabumi segera tangani masalah KIS APBD. Kami di desa sangat berharap. Kepada para kepala desa di Sukabumi, mari tetap sabar, karena ini bukan masalah satu atau dua desa saja,” pungkasnya.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page