Sukabuminow.com || Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (11/4/26), memicu serangkaian bencana alam dalam waktu berdekatan. Mulai dari tanah longsor yang melukai warga di Kecamatan Sukalarang hingga banjir bandang di Kecamatan Cisolok yang menyebabkan mobil hanyut sampai ke laut.
Peristiwa pertama terjadi di Kampung Griya Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi sekitar 7 meter dan panjang 10 meter longsor, lalu menghantam sebuah rumah warga.
Akibat kejadian tersebut, seorang penghuni rumah mengalami luka-luka setelah tertimpa material longsoran. Korban langsung dievakuasi oleh warga dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban sudah mendapatkan penanganan medis. Selain itu, satu keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Petugas gabungan dari P2BK Sukalarang, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan relawan masih melakukan penanganan di lokasi, termasuk pembersihan material longsor. Kebutuhan mendesak saat ini berupa bantuan material bangunan untuk perbaikan rumah terdampak.
Tak berselang lama, bencana lain terjadi di wilayah pesisir Sukabumi. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cisolok sekitar pukul 18.30 WIB memicu banjir bandang di kawasan Ketapang Resort, Desa Pasirbaru.
Luapan Sungai Cikembang yang meningkat drastis dalam waktu singkat menyebabkan arus deras menggenangi area resort. Tiga unit mobil milik pengunjung yang terparkir di sekitar bantaran sungai terseret arus.
Petugas P2BK Cisolok, Andri Firmansyah, menjelaskan bahwa dua unit kendaraan berhasil diselamatkan, sementara satu unit mobil sedan hanyut hingga ke laut di Pantai Cikembang.
“Debit air naik sangat cepat dan arusnya kuat. Satu mobil terbawa hingga ke laut dan belum diketahui keberadaannya,” jelas Andri.
Hingga malam hari, proses pencarian kendaraan yang hilang belum dapat dilakukan secara maksimal akibat kondisi cuaca dan minimnya pencahayaan. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain di kawasan wisata, banjir juga merendam sejumlah permukiman warga di Desa Cisolok. Air dilaporkan mulai masuk ke rumah warga sejak sore hari dan baru surut sekitar pukul 22.00 WIB.
Seorang warga Kampung Gunung Geulis, Nanan, menyebut ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter di luar rumah.
“Air masuk dari sore sampai malam, baru surut sekitar jam 10 malam,” ujarnya.
Genangan juga terjadi di sejumlah titik lain, termasuk kawasan Cigoler serta sepanjang jalan depan pusat perbelanjaan di Cisolok. Sejumlah warung dan rumah warga dilaporkan terendam.
Warga lainnya, Rina, mengaku banjir tersebut merupakan pengalaman pertama yang dialaminya.
“Air masuk ke rumah bawa lumpur, sekarang harus bersih-bersih semua barang,” katanya.
Hingga kini, belum ada data resmi terkait jumlah total rumah terdampak banjir di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai. Cuaca yang masih berpotensi hujan lebat dinilai dapat memicu bencana susulan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Warga diminta segera mengungsi jika melihat tanda-tanda bahaya,” tegas petugas.
Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana
