Di Balik 32 Kasus Narkoba Sukabumi, Polisi Ungkap Pola Peredaran yang Kian Masif

Sukabuminow.com || Angka pengungkapan kasus narkoba di Sukabumi dalam tiga bulan terakhir membuka fakta yang sulit diabaikan: peredaran zat terlarang di daerah ini belum surut, bahkan menunjukkan pola yang semakin mengkhawatirkan.

Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota mencatat, sedikitnya 32 kasus berhasil dibongkar dengan total 47 tersangka. Di balik angka tersebut, tersimpan indikasi kuat bahwa jaringan peredaran narkotika masih aktif menyasar berbagai segmen masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo melalui Kasat Narkoba, AKP Tenda Sukendar, mengungkapkan bahwa narkotika jenis sabu masih menjadi komoditas utama dalam peredaran ilegal di wilayah ini.

“Mayoritas kasus yang kami ungkap berkaitan dengan sabu. Ini menunjukkan bahwa permintaan masih tinggi dan jaringan peredarannya terus bergerak,” ujar AKP Tenda Sukendar, Jumat (10/4/26).

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti yang tidak sedikit: 247,76 gram sabu siap edar, 68 gram ganja kering berikut empat batang pohon ganja, 4,8 gram tembakau sintetis, 436 butir psikotropika, serta 9.940 butir obat keras terbatas.

Besarnya jumlah barang bukti, khususnya obat keras terbatas, mengindikasikan adanya jalur distribusi yang terorganisasi. Peredaran tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terstruktur dan menyasar pasar yang lebih luas.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa Sukabumi tidak hanya berperan sebagai lokasi konsumsi, tetapi juga diduga menjadi bagian dari rantai distribusi narkotika di tingkat regional.

Menghadapi kondisi tersebut, Satnarkoba Polres Sukabumi Kota tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat strategi pencegahan. Patroli rutin hingga penyuluhan langsung ke masyarakat terus digencarkan.

“Kami tidak hanya melakukan penangkapan. Edukasi kepada masyarakat penting agar ada kesadaran kolektif. Sekali terjerat narkoba, dampaknya sangat sulit dihentikan,” tegas AKP Tenda.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi elemen krusial dalam mengungkap jaringan yang lebih luas. Informasi dari warga kerap menjadi titik awal pengungkapan kasus.

“Kami mengapresiasi peran masyarakat. Tanpa dukungan informasi, pengungkapan tidak akan maksimal,” tambahnya.

Meski demikian, data pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba masih jauh dari selesai. Tingginya angka kasus dalam waktu singkat menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran publik yang terus ditingkatkan.

Saat ini, seluruh tersangka tengah menjalani proses hukum di Mapolres Sukabumi Kota. Polisi memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih besar.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

BERITA TERKAIT

POPULER

Terbaru