Kabupaten SukabumiPemerintahan

Dinas PU Sukabumi Hitung Ulang Anggaran Proyek Jalan Usai Harga Aspal Melambung

Sukabuminow.com || Lonjakan harga material konstruksi akibat konflik global mulai berdampak nyata hingga ke daerah. Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejumlah proyek infrastruktur jalan terpaksa ditunda sementara menyusul kenaikan signifikan harga aspal dan material lainnya.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi memastikan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara perencanaan anggaran dan kondisi riil di lapangan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengungkapkan bahwa kenaikan harga material terjadi secara cepat dalam waktu singkat. Bahkan, lonjakan harga aspal tercatat mencapai sekitar 30 persen hanya dalam hitungan minggu.

“Dua minggu lalu naik sekitar 15 persen, lalu beberapa hari kemudian naik lagi 15 persen. Ini tentu sangat berpengaruh terhadap perhitungan HPS yang sudah kami susun,” ujarnya, Rabu (15/4/26).

Menurut Uus, kenaikan harga tersebut dipicu oleh terganggunya rantai pasok impor, yang salah satunya dipengaruhi oleh konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk perang Iran. Dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga langsung menyentuh proyek-proyek daerah.

Tak hanya aspal hotmix, material lain seperti semen beton juga mengalami kenaikan harga, sehingga berdampak pada keseluruhan biaya pembangunan infrastruktur.

“Kenaikan ini hampir merata. Hotmix naik, semen beton juga ikut naik. Ini tentu memengaruhi total biaya proyek,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas PU memilih menahan sementara proses lelang proyek. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kerugian bagi penyedia jasa konstruksi akibat ketidaksesuaian harga.

“Kami tahan dulu proses lelangnya. Jangan sampai penyedia jasa dirugikan. Jangankan untung, malah bisa buntung jika harga tidak sesuai,” tegas Uus.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyesuaian ulang terhadap Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar sesuai dengan kondisi harga terbaru di lapangan. Setelah proses tersebut rampung, lelang proyek akan segera kembali dibuka.

Uus memastikan, penyesuaian ini tidak akan berlangsung lama. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur demi menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setelah penyesuaian selesai, kami akan percepat proses lelang. Kami ingin implementasi anggaran 2026 berjalan optimal, karena masyarakat sudah lama menunggu infrastruktur yang lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page