Kabupaten SukabumiKriminal dan Hukum

Diduga Aniaya Darah Dagingnya, Ayah di Sukabumi Diciduk Polisi

Sukabuminow.com || Sebuah video berdurasi 1 menit 35 detik yang memperlihatkan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang diduga terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi beredar di media sosial.

Dalam video itu, terdengar suara seorang pria diduga ayah dari dua anak tersebut dengan nada keras mempersoalkan uang jajan anaknya. Sebuah adegan tak pantas terlihat, saat ayah tersebut menendang anaknya.

‘Kana jajan teh sia mah meuni kabina-bina teuing. Meuni beakeun ku batur, indung sia mana nyaaheun teu ka sia da henteu. Tikamari dipenta duit jang maraneh teuing mah mere, teuing mah sok cukup we ku loba alesan kaditu kadieu. Cik atuh sing ngawaro bisi dipodaran ke ku dewek, hade malodar sia sakalian, puguh mereun malodarmah moal jadi pikiran’ bunyi ayah dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Pelaku sendiri sudah diamankan polisi. Saat dikonfirmasi Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede, membenarkan jika pelaku sudah diamankan.

“Pelaku sudah kita amankan, saat ini sedang dilakukan proses hukum,” ujar Maruly Pardede, Senin (28/8/23).

“Pelaku merekam adegan itu pada Minggu, 27 Agustus sekitar pukul 09.00 pagi. Setelah itu pelaku mengunggah video penganiayaan yang dia buat itu ke media sosial atas nama istrinya,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang warga, U, menceritakan kejadian itu dipicu rasa cemburu pelaku terhadap istrinya yang telah lama bekerja di Arab Saudi. Mirisnya, ia merekam dan mengunggah aksinya itu ke media sosial dan kemudian viral hingga tersebar di aplikasi perpesanan.

“Istrinya bekerja di Saudi Arabia. Hubungan rumah tangga mereka kurang harmonis, renggang. Istrinya sudah tidak mengirim uang untuk anaknya,” terangnya.

“Suami-istri itu saling cemburu, suaminya kesal dan terjadilah penganiayaaan itu. Pelaku saat ini sudah diamankan polisi. Anggota Karang Taruna juga semalam ikut mengamankan pelaku,” tandasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button