AdvertorialBisnisKabupaten Sukabumi

Optimis, IKM Mampu Bertahan Meski Dihantam Covid-19

Reporter : Ceppy ST

Sukabuminow.com || Dinas Perindustrian Dan ESDM Kabupaten Sukabumi mendorong para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus berjuang di tengah pandemi Covid-19. IKM Agro maupun Non Agro, mendapatkan dukungan moril yang sama.

Khusus untuk IKM Non Agro, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui DPESDM menyebut, IKM tersebut mengandalkan kreatifitas para pelakunya. Sejauh ini telah terbukti, bahwa IKM Non Agro dapat bertahan di tengah gejolak.

“Dulu waktu krisis moneter tahun 1998, para pelaku IKM Non Agro masih bisa bertahan karena mereka memang kreatif. Kelebihan IKM itu kan sangat fleksibel,” terang Kepala Bidang Non Agro DPESDM Kabupaten Sukabumi, Ujang Zulkifli kepada Sukabuminow.com, Jumat (17/4/20).

Ia menjelaskan, pelaku IKM Non Agro masih dapat bertahan lebih jauh di tengah badai Corona seperti saat ini. Malah tak jarang, pelaku IKM Agro pindah sementara ke IKM Non Agro di masa darurat seperti saat ini.

“Ada banyak IKM Non Agro yang memproduksi alat pelindung diri (APD) seperti masker. Itu memang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga jualan masker menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi IKM Non Agro,” terangnya.

“Bagi masyarakat yang kreatif, kondisi seperti ini bisa jadi malah lebih menguntungkan. Contohnya ada IKM seperti di Parungkuda dan Sukalarang. Mereka banyak menerima pesanan APD dari mana-mana. Malah ada juga IKM yang menyumbangkan APD ke rumah sakit,” imbuhnya.

Kendati begitu, Ujang Zul tak menampik, masih terdapat permasalahan yang dihadapi para pelaku IKM. Salah satunya terkait perizinan.

“Perizinan kadang masih jadi kendala. Kami terus berupaya mendorong dan membimbing agar para pelaku IKM dapat menempuhnya,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satunya keinginan pelaku IKM membuat hand sanitizer namun terhalang izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Hand sanitizer memang harus memalui uji di BPOM, tapi dengan kondisi saat ini industri-industri itu tidak bisa memenuhi semuanya. Sehingga IKM tidak bisa melakukan produksi itu. Sehingga BPOM menyosialisasikan cara membuat hand sanitizer yang memenuhi syarat. Mereka membuat resepnya dan dibagikan kepada masyarakat. Supaya masyarakat bisa membuat sendiri hand sanitizer,” pungkasnya.

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close