Cuaca Ekstrem, Nelayan Diimbau Tak Melaut
Reporter : Edo
Sukabuminow.com || Cuaca ekstrem tengah melanda Teluk Palabuhanratu, Samudera Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini. Hal itu membuat beberapa nelayan mengurungkan niatnya untuk melaut.
Jaka Suharman (42 th), nelayan asal Pantai Cikembang, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok, mengaku telah empat hari tidak melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat.
“Saya dan teman-teman sudah tidak melaut selama empat hari. Cuaca dan gelombangnya benar-benar ekstrim,” tuturnya, Jumat (11/12/20).
Saat ini, katanya, sebagian nelayan di Pantai Cikembang yang jumlahnya kurang lebih 200 orang, memilih beralih mencari penghasilan lain. Salah satunya bertani di kebun dan memperbaiki perahu.
“Sebagian besar nelayan mencari penghasilan di darat aja saja. Berkebun, bertani, tapi ada juga yang nekat melaut. Ya karena gak ada kerjaan lain mungkin,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Himpunan nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Sukabumi, Ujang Sulaeman, mengatakan, sejak jauh-jauh hari HNSI sudah mengimbau para nelayan khususnya di wilayah Palabuhanratu untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan demi keselamatan nelayan itu sendiri.
“Kami sudah mengimbau seluruh nelayan Sukabumi untuk mengikuti dan memperhatikan perkembangan cuaca. Kalau dalam kondisi kurang baik, kami imbau untuk tidak melaut,” ungkapnya.
Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com




