Malam Mencekam di Cisolok Sukabumi: Villa Tak Berpenghuni Hangus Terbakar
Sukabuminow.com || Malam yang seharusnya tenang di pesisir Kecamatan Cisolok mendadak berubah mencekam. Kobaran api terlihat menjulang dari atap sebuah villa kosong yang berdiri sunyi di sepanjang Jalan Raya Cisolok–Karangpapak, Minggu (21/12/25) sekitar pukul 21.00 WIB.
Bangunan yang diketahui bernama Villa Walter itu berlokasi di Kampung Marinjung Hilir RT 05/03, Desa Karangpapak, Kabupaten Sukabumi. Warga sekitar menjadi saksi pertama saat api mulai melahap bagian atas bangunan yang telah lama tak berpenghuni.
Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan, laporan awal diterima dari masyarakat yang melihat nyala api muncul dari atap villa.
“Setelah menerima laporan dari warga, petugas piket Polsek Cisolok langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus pengamanan tempat kejadian perkara,” ujar Bayu dalam keterangan resminya, Senin (22/12/25).
Dari hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari bagian atap bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kondisi bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
Villa tersebut diketahui milik Suganda Wijaya (80 th), seorang wiraswasta asal Kota Depok. Berdasarkan keterangan saksi, bangunan itu sudah lama kosong dan tidak dialiri listrik.
“Saksi melihat api sudah membesar di bagian atas bangunan. Villa tersebut memang sudah lama tidak ditempati dan tidak terdapat aliran listrik,” jelas Bayu.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber api.
“Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran maupun kejadian serupa,” tambahnya.
Upaya pemadaman berlangsung cukup dramatis. Wadanpos Damkar Wilayah I Palabuhanratu, Amirudin H, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.12 WIB dan langsung meluncur ke lokasi kejadian.
“Perjalanan sekitar 20 menit. Saat tiba, api sudah membesar. Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu kurang lebih tiga jam,” ungkap Amirudin.
Kesulitan pemadaman tidak terelakkan. Struktur bangunan yang didominasi material kayu serta genteng beton yang dipaku membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Petugas pun menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, dibantu Water Canon milik Polres Sukabumi.
“Bangunan terbuat dari kayu dan genteng beton yang dipaku, sehingga sulit dilepas saat pemadaman,” ujarnya.
Keesokan harinya, petugas kembali menerima laporan adanya percikan api di lantai dua bangunan. Proses penyisiran dan pendinginan pun dilanjutkan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
“Hari ini kami masih melakukan pendinginan dan penyisiran agar benar-benar aman,” pungkas Amirudin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bangunan kosong sekalipun tetap menyimpan risiko kebakaran, terutama di wilayah pesisir yang rawan terpaan angin. Aparat dan masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




