AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Sukabumi Targetkan Swasti Saba Wistara 2026, Digitalisasi Data Jadi Tantangan Baru

Suakbuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai memanaskan persiapan menuju penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2026. Targetnya tidak main-main, yakni mengembalikan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara yang sebelumnya pernah diraih daerah tersebut.

Komitmen itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, saat memimpin rapat koordinasi KKS 2026 yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di Pendopo Sukabumi, Selasa (12/5/26).

Dalam arahannya, Ade menekankan bahwa keberhasilan meraih kembali Swasti Saba Wistara tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penentu keberhasilan Kabupaten Sukabumi dalam memenuhi indikator nasional Kabupaten/Kota Sehat.

“Sejak 2015 capaian kita terus meningkat. Sekarang saatnya Kabupaten Sukabumi kembali bersinar dan meraih Swasti Saba Wistara,” ujar Ade.

Ia menilai, tantangan KKS 2026 semakin kompleks karena seluruh proses penilaian kini berbasis digital. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta bergerak cepat dalam menyelesaikan sembilan tatanan penilaian, termasuk penginputan data melalui aplikasi nasional yang telah disediakan pemerintah pusat.

Menurut Ade, transformasi sistem penilaian berbasis digital harus direspons dengan kesiapan sumber daya manusia dan kekompakan lintas sektor. Hal itu dinilai menjadi isu strategis dalam persiapan Kabupaten Sukabumi menghadapi penilaian KKS 2026.

“Seluruh tatanan harus segera diselesaikan. Penginputan data juga harus tepat dan cepat. Kuncinya kolaborasi, sinergi, dan kerja bersama,” tegasnya.

Penguatan koordinasi tersebut juga mendapat perhatian dari Sekretaris Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS), Ajat Jatnika. Ia menyebutkan terdapat tiga agenda strategis yang menjadi fokus dalam rakor kali ini.

Pertama, pembaruan pemahaman terkait regulasi dan indikator terbaru KKS 2026. Kedua, percepatan penginputan data berbasis digital yang kini menjadi bagian penting dalam sistem penilaian nasional. Ketiga, penguatan kelembagaan melalui masa transisi kepengurusan FSKSS di tingkat kecamatan hingga desa.

“Keberhasilan Kabupaten Sukabumi pada tahun sebelumnya harus menjadi motivasi bersama untuk kembali meraih predikat tertinggi,” kata Ajat.

Ia optimistis, dengan dukungan seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat, Kabupaten Sukabumi mampu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan berbasis kesehatan lingkungan, pelayanan publik, sanitasi, hingga pola hidup sehat masyarakat.

Selain mengejar penghargaan, program Kabupaten/Kota Sehat dinilai memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah. Di tengah meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap tata kelola lingkungan dan kesehatan masyarakat, keberhasilan meraih Swasti Saba Wistara juga menjadi indikator keseriusan daerah dalam membangun wilayah yang sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page