AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Pemkab Sukabumi Pertegas Strategi PU608 untuk Pemerataan Infrastruktur 2025–2045

Sukabuminow.com || Peringatan Hari Bakti PU tahun ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menegaskan arah baru pembangunan infrastruktur yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap risiko bencana.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menekankan bahwa pembangunan tidak boleh lagi berorientasi pada proyek semata, melainkan menghadirkan keadilan akses bagi seluruh wilayah, terutama desa-desa yang selama ini berada di kawasan pinggiran atau rawan bencana.

PU608 sebagai Arah Baru Pembangunan Daerah

Salah satu isu strategis yang ditekankan Asjap adalah implementasi PU608, sebuah strategi percepatan pembangunan infrastruktur yang diselaraskan dengan target nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Di tingkat daerah, PU608 diarahkan untuk:

  • memperkuat konektivitas antarwilayah,
  • mendukung kawasan strategis ekonomi dan pariwisata,
  • meningkatkan aksesibilitas desa terpencil,
  • memperbaiki kualitas layanan dasar seperti air bersih dan irigasi,
  • serta memastikan pembangunan berjalan efisien dan berintegritas.

“PU608 bukan sekadar program pusat, tetapi peta jalan bersama yang harus diterjemahkan secara nyata di lapangan. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan nilai manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Bupati.

Respons Terhadap Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

Asjap menyoroti bahwa Kabupaten Sukabumi termasuk daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur kini harus dibarengi dengan manajemen risiko, termasuk:

  • pemantauan berkala kondisi jalan dan jembatan,
  • penguatan struktur irigasi dan pengendalian banjir,
  • kesiapan alat berat dan logistik darurat,
  • mitigasi pada kawasan rawan longsor,
  • serta perencanaan pembangunan yang berbasis data cuaca dan geologi.

“Musim cuaca ekstrem harus dihadapi dengan kesiapsiagaan penuh. Infrastruktur tidak boleh hanya kuat di atas kertas, tetapi harus tahan terhadap risiko di lapangan,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi titik penting dalam memastikan keberlanjutan pembangunan dan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Urusan PU Bukan Hanya Beton, tetapi Perlindungan Sosial

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur hari ini harus membawa dimensi sosial yang jelas. Ia menegaskan bahwa DPU tengah mengarahkan kerja-kerja teknis agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama:

  • peningkatan kondisi rumah tidak layak huni,
  • rehabilitasi fasilitas dasar pascabencana,
  • penataan ruang yang mencegah konflik pemanfaatan lahan,
  • dan penghijauan sebagai bagian dari pengendalian perubahan iklim.

“Infrastruktur tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi membangun ketahanan masyarakat. Ini bagian dari warisan nilai pengabdian insan PU,” jelas Uus.

Kolaborasi dan Profesionalitas sebagai Fondasi Tata Kelola

Pemkab Sukabumi menegaskan bahwa tata kelola infrastruktur yang baik hanya dapat diwujudkan melalui:

  • transparansi perencanaan,
  • integritas dalam penganggaran,
  • kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, dan mitra kerja,
  • peningkatan kompetensi SDM PU,
  • serta akselerasi digitalisasi layanan.

Semua langkah ini dirancang untuk memastikan pembangunan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Menatap 2045: Infrastruktur yang Berpihak pada Rakyat

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melihat Hari Bakti PU sebagai pengingat bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat dan masa depan. Dengan implementasi strategis PU608 dan kesiapsiagaan bencana, Sukabumi berkomitmen menciptakan infrastruktur yang:

  • lebih adil,
  • lebih tangguh,
  • lebih ramah lingkungan,
  • dan lebih memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Ridwan HMS
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!