AdvertorialKabupaten SukabumiPertanian

Aep Majmudin: Kopi Sukabumi Punya Karakter dan Potensi Pasar Besar

Sukabuminow.com || Potensi kopi Sukabumi terus menunjukkan tren positif dan menjanjikan. Hal ini terlihat dari kegiatan panen kopi yang dilaksanakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, bersama Camat Purabaya dan petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purabaya, Kamis (5/2/26).

Kegiatan panen berlangsung di kebun Kelompok Tani Mekar Jaya, Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya, yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Kabupaten Sukabumi. Kawasan ini memiliki karakter agroklimat yang mendukung pertumbuhan kopi berkualitas dengan cita rasa khas.

Aep Majmudin menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kopi Sukabumi. Menurutnya, kopi lokal Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga pasar global.

“Kopi Sukabumi punya karakter rasa yang khas dan ditanam di wilayah dengan kondisi alam yang sangat mendukung. Melalui pendampingan berkelanjutan, kami optimistis produktivitas dan kualitas kopi petani akan terus meningkat,” ujar Aep.

Aep menegaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kapasitas petani kopi, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan daerah.

“Harapannya, kopi tidak hanya menjadi produk pertanian, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Merah buahnya, melimpah berkahnya, sejahtera petaninya,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi kualitas kopi Sukabumi. Dengan pengelolaan yang tepat, kopi Sukabumi diyakini mampu bersaing di tengah ketatnya pasar kopi Nusantara.

Salam dari Purabaya untuk seluruh penikmat kopi Nusantara. Dari kebun rakyat Sukabumi, kopi terbaik terus tumbuh, membawa optimisme baru bagi petani dan masa depan pertanian daerah.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page