Kabupaten SukabumiPertanian

Pemkab Sukabumi Targetkan Hasil Pertanian Berkualitas Ekspor

Sukabuminow.com || Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Sukabumi mendapatkan suntikan moral usai kedatangan Andi Amran Sulaiman, Mentan (Menteri Pertanian) RI, Kamis (21/2/19).

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran melepas 92 ton buah manggis asal Kabupaten Sukabumi untuk diekspor ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok.

Sudrajat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui Deni Ruslan selaku Kepala Seksi Hortikultura, mengaku bangga dengan ekspor kali ini yang dilepas langsung oleh Mentan RI.

“Yang kami ekspor manggis asal Cicantayan yang memang sudah jadi langganan. Kualitasnya sudah diakui dan disukai orang-orang di sana,” ungkap Deni saat dihubungi Sukabuminow melalui saluran telepon, Sabtu (23/2/19).

Baca Juga  :

Deni menjelaskan, ekspor 92 ton manggis tersebut merupakan yang pertama dilakukan tahun 2019 ini. Ia menyebut, terdapat peningkatan jumlah ekspor dari tahun ke tahun. Dimana tahun lalu, sebanyak 38 ribu ton manggis asal Kabupaten Sukabumi mendarat di negeri Xi Jinping. Meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 9 ribu ton.

“Ke depan kami ingin ada komoditi lain yang diekspor ke berbagai negara. Kami terus kembangkan beberapa komoditi untuk bisa bersaing di pasar internasional,” ujar Deni.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga tengah fokus mengatasi 3 masalah pendidikan yang umum di temukan di Indonesia. Di antaranya masih jarangnya produk hasil pertanian yang sudah bersertipikat GAP (Good Agricultural Practices), lemahnya bergaining position para petani, dan terlalu panjangnya tata niaga hasil pertanian sebelum sampai ke tangan konsumen.

“GAP adalah salah satu sistem sertifikasi dalam praktik budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standar yang ditentukan. Seperti halnya dalam budidaya tanaman baik pangan, hortikultura, maupun perkebunan,” bebernya.

“Butuh waktu memang, tapi step by step akan kami kerjakan,” pungkasnya. (Diya)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page