Kabupaten SukabumiKesehatan

Palabuhanratu Bersiap Hadapi PSBB

Reporter : Andra

Sukabuminow.com || Kecamatan Palabuhanratu menjadi satu dari 14 wilayah yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 6 Mei mendatang. Untuk mematangkan persiapan, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Teknis dipimpin Sekretaris Kecamatan, Deni Yudono, di Aula Kantor Kecamatan Palabuhanratu, Senin (4/5/20).

Deni menjelaskan, Kabupaten Sukabumi akan menerapkan PSBB Parsial. Dimana hanya 14 kecamatan yang terlibat di dalamnya, antara lain Cisaat, Sukabumi, Gunungguruh, Sukaraja, Kebonpedes, Kadudampit, Sukalarang, Cibadak, Cicantayan, Cidahu, Cicurug, Palabuhanratu, Cikembar dan Parungkuda.

“Terdapat 3 dasar hukum PSBB. Yakni PP No 21 Tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, Permenkes No 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB, dan Permenhub No 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Deni kepada Sukabuminow.com.

Ia mengatakan, PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebarannya.

Menurut Pasal 13 Permenkes No 9 tahun 2020 tentang PSBB di suatu daerah, meliputi Peliburan sekolah dan tempat kerja; Pembatasan kegiatan keagamaan; Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum; Pembatasan kegiatan sosial dan budaya; Pembatasan moda transportasi; dan Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

“Memakai masker di area publik dan selalu menjaga jarak, menjadi hal yang wajib dilakukan dalam PSBB,” ujar Deni.

Berkendara juga menjadi perhatian dalam PSBB. Di antaranya mobil hanya boleh membawa penumpang maksimal sejumlah setengah dari kapasitas yang ada, motor boleh berboncengan jika satu keluarga berdasarkan alamat di KTP yang sama, ojek online tidak boleh membawa penumpang, hanya boleh membawa barang.

“Ada juga pembatasan usaha. Pada prinsipnya usaha, pabrik, dan perkantoran harus tutup, kecuali jenis usaha tertentu yg masih diizinkan beroperasi,” bebernya.

Terdapat 10 sektor usaha yang masih boleh beroperasi saat PSBB. Di antaranya sektor kesehatan; sektor pangan, makanan, dan minuman; sektor energi; sektor komunikasi, teknologi, dan informasi;

Selanjutnya sektor keuangan; sektor logistik; sektor konstruksi; sektor industri strategis; pelayanan dasar dan utilitas publik serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu; dan sektor usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari;.

“Ada pengecualian khusus bagi supermarket, mini market, pasar, apotek atau penjualan alat medis, penjual kebutuhan pangan, barang pokok, barang penting, BBM gas dan energi,” jelasnya.

“Tapi harus tetap menerapkan pembatasan kerumunan orang berpedoman pada protokol serta memakai masker, menjaga jarak, dan tempat makan hanya untuk take away (dibawa pulang),” pungkasnya.

Editor : Ceppy ST || E-mail : Redaksi sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close