AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahanReligi

Masjid Al-Insyirah Sagaranten, Model Pusat Pembinaan Umat di Sukabumi

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus memperkuat pembangunan berbasis desa sebagai bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan sosial masyarakat.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penguatan infrastruktur sosial keagamaan di Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, dengan diresmikannya Masjid Al-Insyirah dan Gedung Serbaguna Bale Binangkit oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, Jumat (6/2/26).

Asjap menegaskan bahwa pembangunan masjid dan fasilitas publik tidak lagi semata berorientasi fisik, tetapi harus menjadi pusat transformasi sosial masyarakat.

“Masjid hari ini harus berfungsi lebih luas, bukan hanya tempat ibadah, tetapi menjadi pusat edukasi, penguatan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Inilah yang sejalan dengan arah pembangunan nasional berbasis masyarakat,” ujarnya.

Menurut Asjap, desa merupakan fondasi utama pembangunan Indonesia. Karena itu, penguatan sarana sosial di tingkat desa menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Keberadaan Bale Binangkit juga diarahkan sebagai ruang kolaborasi sosial, mulai dari pelatihan UMKM, forum kepemudaan, musyawarah warga, hingga kegiatan sosial lintas komunitas.

“Gedung serbaguna ini harus menjadi ruang produktif. Pemerintah mendorong agar dimanfaatkan untuk kegiatan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga,” tegasnya.

Pemkab Sukabumi memandang infrastruktur sosial berbasis keagamaan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan manusia, yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun solidaritas, literasi sosial, dan kemandirian ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, Masjid Al-Insyirah diharapkan menjadi model percontohan masjid pemberdayaan di wilayah selatan Sukabumi, sekaligus mendukung agenda nasional penguatan desa sebagai pilar pembangunan Indonesia.

Asjap juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengelola fasilitas publik secara berkelanjutan.

“Bangunan ini bukan milik pemerintah semata, tetapi milik masyarakat. Semakin aktif dimanfaatkan, semakin besar dampaknya bagi kemajuan desa,” tutupnya.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page