Kabupaten SukabumiPeristiwa

Sepuluh Menit Menegangkan: Respons Sigap Damkar Palabuhanratu Padamkan Api

Sukabuminow.com || Suasana tenang di Jalan Bhayangkara, RT 03/06, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah panik pada Senin (8/12/25) siang. Sebuah ruko penjual telur yang baru saja ditinggalkan pemiliknya hampir saja dilalap si jago merah. Asap tipis yang merembes dari balik rolling door membuat warga sekitar cemas, pertanda ada sesuatu yang tak beres di dalam.

Di sinilah ketegangan dimulai.

Ketika ditemui di lokasi, Aceng Ismail, petugas Pos 1 Pemadam Kebakaran Palabuhanratu, mengingat kembali laporan yang diterima menit-menit sebelum kejadian.

“Tadi ada laporan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran Pos 1 Palabuhanratu. Informasinya, satu unit ruko jualan telur terbakar,” tutur Aceng.

Tanpa menunggu lama, satu regu langsung meluncur ke lokasi. Namun sesampainya di depan ruko, masalah baru muncul: rolling door terkunci rapat. Pemiliknya sedang tak ada. Sementara itu, asap makin pekat, aroma kardus terbakar mulai menusuk hidung.

“Kami langsung meluncur ke TKP. Tapi tiba di lokasi, pintu terkunci dan kami kesulitan masuk. Terpaksa harus dibuka paksa menggunakan linggis dan bolt cutter,” jelasnya.

Membongkar pintu bukan hanya soal membuka akses, tapi juga soal perlombaan dengan waktu. Api yang menjilat bahan kardus di dalam ruangan dapat membesar kapan saja. Begitu pintu berhasil dibuka, regu langsung melakukan penyemprotan.

Hanya sekitar 10 menit, api berhasil dikendalikan. Namun 10 menit itu cukup membuat suasana mencekam, terutama bagi warga yang sempat menyaksikan kepulan asap dari jarak dekat.

“Alhamdulillah api dapat dikendalikan dengan cepat,” ujar Aceng lega.

Dari hasil pemeriksaan awal, titik api berasal dari bagian tempat penyimpanan telur, tepatnya tumpukan nampan kardus yang sangat mudah terbakar. Sumber api diduga berasal dari puntung rokok yang tersisa di dalam asbak.

“Menurut keterangan pemilik, tokonya memang sempat ditinggal dan dikunci. Mungkin ada bekas rokok yang masih menyala,” ungkapnya.

Meski sempat hampir menjadi peristiwa besar, Aceng memastikan situasi kini sudah normal kembali. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Beruntung api cepat ditangani, tidak merembet ke bangunan lain,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil —seperti puntung rokok yang tak dipastikan padam— dapat berujung pada peristiwa besar. Dan kadang, keberuntungan hanya datang dalam bentuk pintu yang berhasil dibongkar tepat pada detik-detik krusial.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page