AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Kabupaten Sukabumi Resmi Berlakukan PPKM, Simak Aturannya!

Reporter : Ade Firmansyah

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi resmi memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama 2 pekan kedepan. Hal itu terungkap setelah terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Sukabumi Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Kabupaten Sukabumi memenuhi parameter untuk pemberlakuan PPKM. Sebab tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen. Sedangkan saat ini di Kabupaten Sukabumi telah mencapai 84 persen.

Sementara itu, aturan lain yang membuat Kabupaten Sukabumi menerapkan PPKM, yakni Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021. Terdapat 4 unsur di dalamnya, yakni tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional; tingkat kesembuhan di bawah tingkat kesembuhan nasional; tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional; dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ICU dan ruang isolasi;

Dalam Perbup yang ditandatangani Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, dan Pj Sekda, Zainul S, pada 8 Januari 2021 tersebut, terdapat puluhan pasal yang mengatur PPKM. Tepatnya 7 bab, 26 pasal, dan 10 inti pengaturan. Dengan Satpol PP sebagai pelaksana disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Adapun 10 bagian pembatasan di antaranya : Pembatasan kegiatan di luar rumah secara umum; Pembatasan kegiatan di tempat kerja atau perkantoran. Dimana 75 persen pegawai bekerja dari rumah, dan 25 persen lainnya tetap bekerja di kantor; Pembatasan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan sistem online; Pembatasan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat yang tetap beroperasi 100 persen dengan jam operasional mulai jam 8 pagi hingga 9 malam. Itupun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat;

Selanjutnya Pembatasan kegiatan restoran, rumah makan, dan usaha sejenis lainnya yang hanya diperbolehkan memakai 25 persen dari kapasitas tempat. Dengan waktu operasional mulai jam 10 siang hingga 9 malam. Selebihnya dilakukan dengan cara take away;

Kemudian Pembatasan kegiatan operasional pusat perbelanjaan. Mall diperbolehkan buka dari pukul 10 siang hingga 7 malam dengan jumlah pengunjung hanya diperbolehkan 50 persen. Untuk supermarket yang menjual kebutuhan pokok, diperbolehkan buka mulai jam 8 pagi hingga 8 malam. Di minimarket diperbolehkan buka mulai jam 8 pagi hingga 6 petang. Sementara untuk pasar diperbolehkan buka mulai pukul 4 pagi hingga 4 sore;

Pembatasan juga berlaku untuk kegiatan konstruksi. Meski diizinkan beroperasi 100 persen, namun harus menerapkan protokol kesehatan ketat; Pembatasan juga berlaku di tempat ibadah, maksimal 50 persen dari kapasitas. Wajib menerapkan protokol kesehatan dan jarak antarjemaah minimal 1 meter;

Pembatasan diberlakukan juga untuk kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang menimbulkan kerumunan dihentikan. Seperti perkumpulan atau pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademik, dan budaya. Kecuali untuk kegiatan khitanan, pernikahan, dan pemakaman yang bukan karena Covid-19. Namun dengan pembatasan kerumunan dan wajib menerapkan protokol kesehatan ketat;

Terakhir, yakni Pembatasan transportasi umum. Penumpang hanya diperbolehkan mengisi 50 persen kapasitas angkutan umum meski jam operasional tetap normal. Hand sanitizer wajib disediakan dan protokol kesehatan wajib diterapkan oleh pihak transportasi;

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close