Kebakaran di Sukabumi: Dugaan Kelalaian Instalasi Listrik dan Minimnya Akses Darurat
Sukabuminow.com || Sebuah warung ludes terbakar pada Sabtu (2/5/26) malam di Kampung Cicurug, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu hanya menyisakan puing dan kerugian. Sejumlah fakta lapangan yang membuka persoalan lebih luas muncul dari persitiwa tersebut, mulai dari dugaan korsleting listrik hingga keterbatasan akses darurat.
Api yang melahap bangunan semi permanen berukuran 7×9 meter tersebut diduga berasal dari instalasi listrik yang tidak aman. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan mengancam permukiman di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengungkapkan bahwa laporan diterima pada pukul 20.58 WIB. Hanya berselang dua menit, tim langsung bergerak dari Posko 12 Ciemas.
“Respons cepat menjadi kunci dalam setiap penanganan kebakaran. Namun di lapangan, kami juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya, Minggu (3/5/26).
Dari hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Temuan ini kembali menegaskan bahwa instalasi listrik yang tidak sesuai standar masih menjadi ancaman serius, terutama pada bangunan semi permanen seperti warung.
Dalam banyak kasus serupa, penggunaan kabel yang tidak layak, sambungan listrik berlebih, hingga minimnya pengamanan menjadi faktor pemicu yang kerap diabaikan.
“Ini yang terus kami ingatkan kepada masyarakat. Instalasi listrik harus sesuai standar, karena potensi risikonya sangat besar jika diabaikan,” kata Budianto.
Selain faktor penyebab, investigasi di lapangan juga menyoroti persoalan infrastruktur. Petugas pemadam menghadapi kendala berupa kondisi jalan yang rusak serta keterbatasan teknis peralatan saat menuju lokasi. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat waktu respons dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan.
Meski demikian, tim tetap berhasil tiba di lokasi pada pukul 21.08 WIB dan segera melakukan pemadaman dengan memanfaatkan sumber air dari Sungai Ciletuh. Setelah berjibaku selama 65 menit, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 22.16 WIB.
“Kendala di lapangan menjadi evaluasi penting bagi semua pihak, bukan hanya petugas, tetapi juga terkait kesiapan infrastruktur pendukung,” ungkap Budianto.
Warung milik warga bernama Maman menjadi satu-satunya bangunan yang terdampak langsung. Seluruh bagian warung hangus terbakar, dengan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Satu unit rumah di sekitar lokasi juga berhasil diselamatkan dari potensi rambatan api.
Budianto menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar penanganan saat kejadian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan, khususnya terkait instalasi listrik. Selain itu, kesiapan akses lingkungan juga penting agar penanganan darurat bisa lebih optimal,” tegasnya.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




