Kabupaten SukabumiPemerintahan

DPPKB Sukabumi Dorong Pendidikan Berkarakter sebagai Fondasi Keluarga Berkualitas

Sukabuminow.com Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana (DPPKB) menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun keluarga berkualitas dan memperkuat ketahanan sosial jangka panjang.

Di tengah dinamika kependudukan dan meningkatnya jumlah usia produktif, DPPKB menilai pendekatan pembangunan tidak lagi cukup bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi semata. Investasi paling krusial justru terletak pada pembentukan karakter generasi muda sejak dini.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menyebut bahwa pendidikan berkarakter merupakan instrumen strategis untuk menekan potensi krisis sosial di masa depan, mulai dari meningkatnya angka pengangguran, konflik keluarga, hingga rendahnya kesiapan generasi muda memasuki kehidupan berumah tangga.

“Keluarga berkualitas tidak lahir secara instan. Ia dibentuk dari proses panjang, salah satunya melalui pendidikan yang tidak hanya mengasah kecerdasan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, empati, dan kepemimpinan,” ujarnya, Minggu (15/2/26).

Bonus Demografi: Peluang atau Ancaman?

DPPKB menyoroti fase bonus demografi sebagai momentum sekaligus tantangan besar. Jika generasi muda tidak dibekali pendidikan karakter yang kuat, lonjakan usia produktif justru berpotensi memicu persoalan sosial baru.

Dalam konteks ini, pendidikan diposisikan sebagai benteng utama. Anak-anak yang tumbuh dengan literasi yang baik, kecerdasan emosional, serta pemahaman perencanaan hidup dinilai lebih siap membangun keluarga yang sehat dan mandiri.

“Kami ingin memastikan generasi hari ini bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap berkeluarga. Ini penting untuk menjaga stabilitas sosial jangka panjang,” tegas Eka.

Dari Pendidikan ke Ketahanan Keluarga

Menurut Eka, korelasi antara kualitas pendidikan dan ketahanan keluarga sangat erat. Anak-anak yang mendapatkan lingkungan belajar positif cenderung memiliki pola pikir lebih terbuka, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesadaran akan pentingnya perencanaan masa depan.

Hal tersebut sejalan dengan misi DPPKB dalam menekan risiko pernikahan usia dini, perceraian, serta meningkatnya keluarga rentan secara ekonomi dan psikologis.

Pendidikan, dalam perspektif ini, bukan hanya urusan sekolah, melainkan fondasi kebijakan kependudukan.

Arah Kebijakan Pemerintah Daerah

Ke depan, DPPKB mendorong sinergi lintas sektor —mulai dari dinas pendidikan, lembaga sekolah, hingga komunitas masyarakat— untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada karakter dan ketahanan keluarga.

Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi perencana masa depan, yaitu generasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kesiapan mental dalam membangun keluarga.

“Dari pendidikan yang baik akan lahir keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang tangguh,” pungkas Eka.

Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!