Kabupaten Sukabumi

Alat Peringatan Dini Tsunami Meraung, Pegawai PLTU Palabuhanratu Berhamburan

Sukabuminow.com || Ratusan pegawai PLTU Jabar 2 Palabuhanratu berhamburan keluar setelah mendengar bunyi dari alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS), Rabu (7/12/22).

Raungan alat pertanda bahaya gempa bumi dan tsunami itu merupakan simulasi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Para karyawan berkumpul di depan kantor safety center. Usai mendapatkan pengarahan singkat, mereka diarahkan ke titik kumpul untuk berlindung dari tsunami. Selain nyawa, ternyata aset juga jadi hal penting untuk diselamatkan,” terang Supervisior Senior Divisi K3 dan Lingkungan PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, Asep Tresna Lukman Hakim kepada Sukabuminow.com.

Asep menjelaskan, tim operasi diwajibkan segera bergerak untuk mematikan seluruh peralatan secara darurat saat EWS berbunyi. Karena menurutnya, terdapat beberapa peralatan yang berbahaya jika dibiarkan tetap menyala.

“PLTU ini objek vital nasional. Ada dua aset paling berharga, yakni sumber daya manusia atau orangnya, serta aset operasionalnya,” ungkapnya.

“Di dalam itu ada boiler dengan tekanan tinggi mencapai 200 MPA, ada tegangan listrik 120 KV, dan itu cukup membahayakan. Sehingga saat emergency itu harus dilakukan shutdown emergency,” imbuhnya.

Dalam simulasi tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi hingga penyelamatan ke titik kumpul aman tsunami mencapai 14 menit 32 detik. Menurut Asep, itu melampaui waktu evakuasi 20 menit menurut BPBD dan BMKG.

“Berdasarkan data empiris yang ada, kita punya waktu evakuasi selama 20 menit itu dari BPBD dari BMKG,” tandasnya.

Di tempat sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan mengatakan, EWS yang difungsikan pihak PLTU cukup bagus. Simulasi yang digelar sendiri merupakan bagian dari mitigasi ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Memang dari sisi tahapan sistem sudah bagus, tinggal penyempurnaan- penyempurnaan. Karena waktu latihannya dalam situasi normal, kita tidak tidak tahu dalam situasi sesungguhnya,” kata Wawan.

Ia menegaskan, latihan seperti itu perlu dilakukan berulang-ulang untuk membiasakan penyelamatan diri di sekitar PLTU Jabar 2 Palabuhanratu selaku objek vital nasional.

“Bukan tidak mungkin nanti kita akan libatkan juga masyarakat secara luas sebagai bentuk mitigasi,” pungkasnya. (Edo)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page