Kota Sukabumi

Ulama Kota Sukabumi Tolak People Power

Sukabuminow.com || Ulama Kota Sukabumi. Meminta masyarakat tidak terprovokasi isu yang dapat memicu perpecahan umat dan bangsa. Oleh pergerakan aksi People Power.

Majelis Ulama Indonesia : MUI Kota Sukabumi. Bersama sejumlah ulama. Cendikiawan Muslim. Dan Pengurus Pondok Pesantren Kota Sukabumi. Mengambil sikap dan menyepakati penolakan aksi People Power tersebut.

Sekretaris MUI Kota Sukabumi : Muhammad Kusoy. Menyebut bahwa sebagai lembaga fatwa dan pemersatu umat. MUI Kota Sukabumi memandang perlu mengeluarkan sebuah fatwa atau nasehat baik. Kepada pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan. Sebagai bentuk upaya menjaga keutuhan bangsa.

“Pertemuan ini melahirkan 9 sikap. Salah satunya : Ulama harus menjadi penengah dan menjawab semua tantangan yang ada. Terkait Pemilu 2019. Masyarakat harus bersabar. Dan menunggu hasil keputusan resmi dari Komisi Pemilahan Umum : KPU,” tuturnya kepada sukabuminow. Sabtu (18/5/19).

Baca Juga :

Ulama harus menjadi penengah. Kata Kusoy. Sesuai dengan pedoman dasar. Yang menyatakan bahwa majelis ulama adalah wadah silaturahmi dan musyawarah. Sebab sikap ulama harus bisa melayani masyarakat. Serta mampu menjawab segala tantangan. Sehingga ulama betul-betul bisa memberikan solusi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi oleh fitnah. Hoaks. Dan ujaran kebencian. Sebagaimana firman Allah SWT : Narang siapa mentaatkan ujaran kebencian. Maka kekacauan dan kesusahan baginya,” imbuhnya.

“Rasulullah Muhammad SAW. Tidak pernah mengajarkan hal tersebut kepada umatnya. Karena Islam itu agama yang merangkul juga mengayomi semesta dan segala isinya. Tanpa kecuali,” jelasnya.

Pertemuan itu digelar. Untuk menyatakan sikap dalam memandang kondisi Pemilu. Dan bagaimana ulama harus berperan dalam kondisi saat ini.

“Soal isu People Power. MUI meminta agar masyarakat tidak terprovokasi. Pertemuan ini menolak People Power. Karena bertentangan dengan agama,” tandasnya. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close