Deni Yudono Genjot Profesionalisme Satpol PP, Latihan PHH Digelar Rutin
Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus berupaya memperkuat stabilitas daerah melalui peningkatan kapasitas aparatur. Salah satunya ditunjukkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi yang menggelar latihan penanggulangan huru hara (PHH) di Mako Satpol PP, Jumat (24/4/26).
Latihan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks, khususnya dalam pengamanan kegiatan unjuk rasa. Para personel dilatih kemampuan Dalmas Awal hingga Dalmas Lanjut, termasuk teknik menghadapi massa dengan kategori situasi tenang hingga sedang.
Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur dari jajaran kepolisian, yakni Kepala Unit Pengaturan, Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polres Sukabumi, Aipda Yudi Krisna, guna memastikan standar pelatihan berjalan sesuai prosedur dan profesional.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membentuk personel yang adaptif, humanis, dan tegas dalam menjalankan tugas.
“Latihan ini kami dorong menjadi agenda rutin minimal satu bulan sekali. Tujuannya agar seluruh personel memiliki kesiapan, baik secara fisik, mental, maupun pemahaman aturan dalam menghadapi situasi di lapangan,” ujar Deni usai kegiatan.
Menurutnya, pengamanan unjuk rasa harus dilakukan secara terukur dan mengedepankan pendekatan persuasif. “Hal ini penting agar hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, tanpa mengabaikan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” ungkapnya.
Deni menilai, meningkatnya intensitas penyampaian aspirasi publik menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak peraturan daerah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas personel yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memahami pendekatan sosial.
“Satpol PP harus mampu menjadi garda terdepan yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis. Kita mengedepankan komunikasi, pencegahan, dan tindakan sesuai prosedur hukum,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa profesionalisme aparatur menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Latihan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari inovasi yang digagas Deni Yudono, yakni “POL PP SIGAP” yang kini menjadi ruh baru di tubuh Satpol PP Kabupaten Sukabumi.
SIGAP merupakan akronim dari:
Siap: Aparatur selalu siaga dalam kondisi apa pun
Inovatif: Mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman
Gerak: Bertindak cepat sesuai aturan perundang-undangan
Amanah dan Amankan: Menjunjung kepercayaan publik serta menjaga stabilitas daerah
Perda/Perkada: Menegakkan seluruh produk hukum daerah demi terciptanya ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat
Deni menegaskan, konsep SIGAP bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang harus tercermin dalam setiap tindakan personel di lapangan.
“Melalui POL PP SIGAP, kami ingin membangun karakter aparatur yang responsif, profesional, dan dipercaya masyarakat. Ini menjadi fondasi dalam menjaga ketertiban dan stabilitas daerah,” ucapnya.
Langkah Satpol PP Kabupaten Sukabumi ini dinilai sejalan dengan kebutuhan nasional dalam memperkuat peran aparat penegak ketertiban di daerah. Di tengah meningkatnya dinamika sosial, kesiapan aparatur menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Dengan pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan, Satpol PP Sukabumi diharapkan mampu menjadi model penguatan kapasitas aparatur daerah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada prinsip hukum dan kemanusiaan.
Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana




