Kabupaten SukabumiKriminal dan HukumPeristiwa

Tragis! Pelajar SMK di Sukabumi Dibacok OTK, Orang Tua Alami Kecelakaan Saat Menuju RS

Sukabuminow.com || Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka serius setelah dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) pada Senin (26/5/25) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban yang diketahui berinisial MR (16 th) menjadi sasaran serangan saat pulang sekolah usai mengantar temannya. Ia dibacok dari belakang oleh pelaku misterius yang mengendarai sepeda motor.

Kakak ipar korban, Suryaman, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (27/5/25).

“Korban adik ipar saya. Kejadiannya kemarin sekitar jam tiga sore. Pulang sekolah nganterin temennya, tiba-tiba dibacok dari belakang,” ujar Suryaman.

Menurut penuturan keluarga, pelaku tidak dikenal oleh korban. Ciri-ciri pelaku yakni mengenakan helm dan jaket, serta menggunakan senjata tajam yang diduga cerulit.

“Pelakunya enggak kenal. Pake helm, jaket. Adik saya waktu itu pakai seragam sekolah. Sudah dilaporkan ke polisi, tapi belum ke Polres karena keluarga masih sibuk mengurus pengobatan,” tambahnya.

Ironisnya, saat proses perawatan MR tengah berlangsung, keluarga dikejutkan oleh kabar bahwa orang tua korban mengalami kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Ya Allah, barusan dapat kabar orang tuanya tabrakan. Sekarang ada di RS Sekarwangi dalam keadaan tidak sadar. Mungkin karena banyak pikiran. Biaya rumah sakit adik saya tidak dicover BPJS,” ujar Suryaman, lirih.

Peristiwa ini ramai dibicarakan di media sosial, terutama fesbuk. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa MR dibacok oleh tiga orang pelaku yang berboncengan motor. Serangan pertama mengenai ketiak korban, sedangkan serangan kedua ditangkis dengan tangan hingga jari tengah hampir putus. Pelipis dan punggung korban juga mengalami luka akibat sabetan senjata.

Korban langsung dilarikan ke RS R Syamsuddin SH Kota Sukabumi, namun pihak keluarga kesulitan menanggung biaya pengobatan yang ditaksir mencapai Rp15 juta hingga Rp30 juta. Ayah korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas tanpa penghasilan tetap.

Pihak keluarga dan warganet berharap kasus ini segera ditindaklanjuti pihak kepolisian dan mendapat perhatian dari pemerintah, terutama terkait maraknya kekerasan remaja di wilayah Warungkiara.

Reporter: Edo
Editor: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page