Kecelakaan Pagi di Jalur Citarik Sukabumi, Fuso Kelapa Tabrak Tronton
Sukabuminow.com || Pagi yang semula tenang di Jalan Raya Citarik Palabuhanratu mendadak berubah menjadi hiruk-pikuk. Dentuman keras terdengar di Kampung Nagrog RT 01/02, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/26) sekitar pukul 05.45 WIB.
Suara benturan dua kendaraan besar itu sontak mengagetkan warga sekitar dan para pengguna jalan yang tengah melintas di jalur penghubung Palabuhanratu–Warungkiara, salah satu akses vital menuju kawasan wisata selatan Sukabumi.
Andri, warga setempat, mengaku terkejut mendengar suara tabrakan yang cukup keras. Tak lama setelah itu, warga langsung berkerumun ke lokasi untuk memberikan bantuan.
“Suaranya keras banget, ternyata truk sama tronton tabrakan. Warga langsung berdatangan bantu,” ujar Andri.
Berdasarkan keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit, kecelakaan melibatkan kendaraan Mitsubishi Fuso Colt Diesel bernomor polisi B 9427 PCD yang dikemudikan Ruswandi, warga Kecamatan Ciracap, dengan Hino Tronton Box bernomor polisi B 9330 HJ yang dikemudikan Parman, warga Kecamatan Bantargadung.
Menurut penjelasan kepolisian, peristiwa bermula saat truk Fuso bermuatan kelapa melaju dari arah Palabuhanratu menuju Warungkiara. Ketika melintasi jalan yang menanjak dan menikung ke kiri, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan oleng ke kanan.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas truk tronton box. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan berhenti di badan jalan, sementara muatan kelapa dari truk Fuso berserakan di aspal. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas dari dua arah sempat mengalami kemacetan cukup panjang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini mengakibatkan kedua pengemudi mengalami luka. Sopir truk Fuso dilaporkan mengalami luka ringan berupa patah kaki kanan, luka sobek di dahi, serta luka di tangan kanan. Sementara pengemudi truk tronton mengalami luka lecet dan memar di bagian kaki.
Petugas kepolisian bersama warga segera melakukan evakuasi kendaraan dan membersihkan sisa muatan di jalan. Beberapa saat kemudian, arus lalu lintas kembali normal.
Wangsit mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Citarik yang dikenal memiliki kontur menanjak dan tikungan tajam.
“Pengendara diharapkan selalu menjaga kecepatan dan kondisi kendaraan, terutama di jalur rawan seperti ini,” pungkasnya.
Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana




