Kabupaten SukabumiPeristiwa

Mayat di Sungai Sukabumi Teridentifikasi, Keluarga Tolak Autopsi

Sukabuminow.com || Misteri penemuan mayat pria yang terapung di aliran Sungai Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Setelah melalui proses identifikasi oleh Inafis Satreskrim Polres Sukabumi, korban diketahui bernama Cepang, warga Kampung Kawung Luwuk, RT 07/15, Desa Cidadap.

Korban diduga meninggal dunia akibat terpeleset saat hendak menuju kebunnya yang berada di seberang sungai. Lokasi kebun tersebut memang kerap dilalui korban setiap hari untuk berladang.

Kabar duka itu menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Endro Ariawan, anak kedua almarhum, mengaku pertama kali mengetahui informasi tersebut justru dari media sosial.

“Sehari-harinya bapak memang berkebun. Tadi setelah Jumat, beliau pamitan mau ke kebun seperti biasa,” ujar Endro, Sabtu (24/1/26).

Namun, sore harinya Endro dikejutkan oleh unggahan di Facebook yang menyebut adanya penemuan mayat di Sungai Cidadap.

“Sekitar jam tiga sore saya lihat berita di Facebook. Katanya ada mayat di Sungai Cidadap. Awalnya tidak menyangka itu bapak saya,” tuturnya.

Kepastian baru diperoleh menjelang petang, setelah aparat desa dan pihak kepolisian melakukan pengecekan ke kamar jenazah.

“Sekitar setengah enam sore saya dapat kabar dari Bhabinkamtibmas. Setelah dicek, ternyata benar itu almarhum bapak,” ungkap Endro dengan suara bergetar.

Menurut Endro, dalam beberapa minggu terakhir almarhum memang sering menginap di kebun karena musim tanam. Untuk menuju lokasi, korban harus menyeberangi sungai yang debit airnya cukup deras, terutama setelah hujan.

“Posisi kebun memang di seberang sungai. Biasanya bapak lewat situ karena itu jalur paling dekat,” jelasnya.

Atas kesepakatan keluarga, jenazah korban tidak dilakukan autopsi. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Kami sepakat dengan keluarga, tidak dilakukan autopsi. Kami menerima ini sebagai takdir,” pungkas Endro.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang kerap dihadapi para petani di daerah pedesaan, yang harus menempuh jalur alam terbuka demi mempertahankan sumber penghidupan mereka. Sebuah kisah pilu dari tepian Sungai Cidadap, tentang seorang ayah yang berpamitan ke kebun, namun tak pernah kembali.

Reporter: Edo
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page