Satu Nyawa Melayang di Sukabumi, Tragedi Kecelakaan yang Merenggut Masa Depan Remaja
Sukabuminow.com || Malam itu Jumat (23/1/26), seharusnya menjadi perjalanan biasa. Dua remaja perempuan mengendarai sepeda motor menyusuri Jalan Raya Cikukulu, Kampung Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, jalanan tampak lengang, udara dingin khas perbukitan Sukabumi menyelimuti, dan rumah sudah menanti di ujung perjalanan.
Namun bagi AA (15 th), pelajar asal Desa Cijalingan, justru menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.
AA berboncengan dengan sahabatnya, IA (14 th) , menaiki sepeda motor Honda Beat dari arah Cibadak menuju Sukabumi Kota. Tak ada yang aneh, tak ada tanda bahaya. Hingga sebuah sepeda motor lain datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi.
Menurut keterangan kepolisian, kendaraan tersebut tidak diketahui identitasnya.
“Sepeda motor dari arah berlawanan itu hilang kendali ke kanan dan menyerempet stang Honda Beat korban,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edi Wibowo, Sabtu (24/1/26).
Dalam hitungan detik, suasana berubah kacau. Dua kendaraan terhuyung, kehilangan keseimbangan. Motor yang dikendarai AA terjatuh ke lajur kanan.
AA terpental ke badan jalan.
IA terlempar ke sisi kiri, masih sadar, masih bisa merasakan sakit.
Namun nasib AA jauh lebih tragis.
Dari arah belakang, sebuah truk tronton melintas. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga terkena bagian ban truk tersebut.
Tak ada suara rem panjang. Tak ada kendaraan yang berhenti.
Dua pengemudi —motor yang menyerempet dan truk tronton— pergi begitu saja, meninggalkan tubuh seorang remaja tergeletak di aspal gelap.
“Keduanya tidak menghentikan kendaraan dan melarikan diri,” kata Wangsit.
AA dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Cedera kepala berat, luka di kaki dan tangan, mengakhiri hidup yang bahkan belum genap 16 tahun.
Sementara IA, sahabat yang dibonceng, selamat. Ia hanya mengalami luka ringan —lecet dan memar— namun harus menanggung trauma yang mungkin jauh lebih dalam: menyaksikan temannya sendiri meregang nyawa di depan mata.
Di rumah, keluarga AA menunggu. Tak ada yang menyangka, kabar yang datang bukan suara motor di depan pagar, melainkan telepon dari orang asing tentang kecelakaan, tentang rumah sakit, tentang kehilangan.
Dalam catatan kepolisian, kecelakaan ini menyebabkan satu korban meninggal dunia, satu luka ringan, dengan kerugian materi sekitar Rp3 juta. Namun di balik angka-angka itu, ada masa depan yang terhenti, mimpi yang tak sempat tumbuh, dan keluarga yang harus belajar hidup dengan duka.
Kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi masih menyelidiki kasus ini dan berupaya mengidentifikasi kendaraan yang terlibat.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang melarikan diri,” pungkas Wangsit.
Di Jalan Raya Cikukulu, aspal kembali sunyi. Kendaraan lalu-lalang seperti biasa. Tapi bagi keluarga AA, jalan itu akan selalu menjadi tempat di mana seorang anak pergi dan tak pernah benar-benar pulang.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




