AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Camat Caringin Sukabumi Nakhodai APEKKASI 2026–2029, Era Baru Kolaborasi Kecamatan Dimulai

Sukabuminow.com || Momentum penting dalam tata kelola pemerintahan tingkat kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi dimulai. Camat Caringin, Ridwan Agus Mulyawan, kini menakhodai Asosiasi Perangkat Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi (APEKKASI) periode 2026–2029 menggantikan Deni Yudono yang promosi sebagai Kasatpol PP. Ia terpilih secara aklamasi dalam muscab yang digelar Selasa (5/5/26).

Pengukuhan kepengurusan berlangsung di Saung Hegar Rizky dan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal penguatan peran strategis camat sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Bupati Asjap menegaskan bahwa APEKKASI harus menjadi ruang kolaboratif yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

“Organisasi ini adalah wadah bagi para camat untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan memperkuat sinergi dalam memajukan wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan pembangunan Kabupaten Sukabumi sangat ditentukan oleh soliditas para camat sebagai pemimpin wilayah.

“Kita harus kompak dan solid. Camat adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Kualitas pelayanan publik harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Ridwan Agus Mulyawan, APEKKASI diarahkan tidak hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi pelayanan publik berbasis kecamatan.

Mantan Camat Sagaranten itu menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, kami siap membesarkan APEKKASI melalui program yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Kami juga memohon arahan dan bimbingan agar langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah,” ungkapnya.

Penguatan APEKKASI menjadi krusial di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Kecamatan kini tidak lagi sekadar unit administratif, tetapi menjadi simpul utama penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Sejumlah isu strategis yang menjadi tantangan ke depan antara lain ketimpangan kualitas pelayanan antar kecamatan, optimalisasi digitalisasi layanan publik, sinkronisasi program pembangunan desa dan kabupaten, hingga peningkatan kapasitas aparatur kecamatan.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Ridwan Agus dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan pendekatan baru yang lebih progresif dan terintegrasi.

Pengukuhan APEKKASI 2026–2029 menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi tengah mendorong transformasi peran camat dari sekadar koordinator wilayah menjadi eksekutor kebijakan yang berdampak langsung.

Dengan latar belakang pengalaman di wilayah Sagaranten hingga Caringin, Ridwan Agus diharapkan mampu membawa perspektif lapangan ke dalam kebijakan kolektif antar kecamatan.

Jika konsistensi kolaborasi ini terjaga, APEKKASI berpotensi menjadi kekuatan strategis dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Reporter: Iwan
Redaktur: Andra Permana

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page