KesehatanKomunitasKota Sukabumi

SKP Peduli Thalasemia

Sukabuminow.com || Ratusan orang anak-anak hingga usia tua. Mengikuti sosialisasi penyakit Thalasemia yang digelar Sahabat Kristiawan Peduli : SKP. Di City Mall Sukabumi. Minggu (19/5/19).

Thalasemia. Merupakan kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika. Serta menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah : hemoglobin. Tidak berfungsi secara normal.

“Penderita thalasemia itu tau kematiannya. Saat dia tidak mendapatkan tranfusi darah merah. Karena dia tidak memproduksi darah dalam tubuhnya,” jelasnya Ketua SKP : Kristiawan. Minggu (19/5/19).

Selain sosialisasi Thalasemia. Kegiatan juga diisi lari santai dan menyebar pamflet Thalasemia. Tak heran. Sebab aksi tersebut bersinergi dengan. Indo Runner Happy Runner.

“Kita juga sekaligus buka puasa bersama. Kami siapkan 500 paket takjil dan makan. Ke depan akan ada donor darah rutin. Untuk penderita Thalasemia,” paparnya.

Baca Juga :

Menurut rencana. Setelah Idul Fitri 1440 Hijriah. SKP akan menggalang dana. Untuk anak-anak pengidap Thalasemia selama sebulan penuh. Cara unik yang digunakan yakni ngamen.

“Mendengar kata Thalasemia. Yang ada dalam pikiran saya adalah kematian yang sudah di depan mata. rang lain tidak tahu kematiannya kapan akan datang. Tapi pengidap Thalasemia seolah tahu. Kapan kematian itu akan menjemput,” urainya.

Ia pun meminta andil pemerintah. Dalam menjawab persoalan tersebut. Baik di tingkat pusat hingga bawah. Salah satunya dengan mendorong masyarakat. Untuk mau melakukan donor darah. Baik perorangan maupun komunitas.

Sementara itu. Dokter penanganan penyakit Thalasemia Secapa Polri Kota Sukabumi : dr Rofiman. Menyebut pihaknya saat ini merawat 168 penderita Thalasemia. Di RS Secapa Polri. Mereka rutin mendapatkan tranfusi darah dan juga pengobatan. Bahkan pihaknya juga memastikan persedian darah mencukupi dengan bekerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya : Palang Merah Indonesia : PMI. Persatuan Donor Darah. FORMI. Dan komunitas Olahraga.

“Thalasemia itu faktor keturunan. Ini penyakit kelainan darah. Darahnya dihancurkan oleh tubuhnya. Sehingga anak menjadi gampang lelah. Mereka selalu butuh obat-obatan. Minimal sebulan sekali. Mereka harus transfusi darah. Disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakitnya,” bebernya.

Rofiman menegaskan. Thalasemia dapat dicegah. Caranya yakni pemeriksaan darah di laboratorium. Bagi pasangan yang akan menikah.

“Darah calon suami istri di cek di lab. Itu bisa mencegah anaknya mengidap penyakit tersebut. Meskipun tidak selalu menjadi jaminan,” pungkasnya. (Diana NH)

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close