Ruang Kelas Ambruk di Ciambar, Disdik Sukabumi Prioritaskan Perbaikan Menyeluruh
Sukabuminow.com || Ambruknya satu ruang kelas di SD Negeri Ciganas, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (3/5/26) pagi, menjadi sinyal kuat persoalan klasik infrastruktur pendidikan yang belum sepenuhnya tertangani di daerah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu memang tidak menimbulkan korban jiwa karena berlangsung saat hari libur. Namun, dampaknya jauh lebih besar, yakni satu ruang kelas lain kini dalam kondisi rawan, sementara ratusan siswa harus tetap melanjutkan kegiatan belajar di tengah keterbatasan fasilitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, turun langsung meninjau lokasi di hari yang sama. Ia memastikan bahwa SDN Ciganas telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026 melalui skema revitalisasi.
“Bangunan ini sebelumnya sempat tertimpa pohon dan memperparah kondisi struktur. Setelah kami cek, memang sudah tidak layak. Insya Allah tahun ini masuk prioritas pembangunan secara menyeluruh,” ujar Deden, Senin (4/5/26).
Menurutnya, perbaikan tidak hanya menyasar ruang kelas yang ambruk, tetapi seluruh bangunan sekolah. Pendanaan akan bersumber dari bantuan pemerintah pusat melalui program revitalisasi, yang diperkuat oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.
“Pembangunan akan dilakukan total, bukan parsial. Ini bagian dari komitmen peningkatan kualitas sarana pendidikan,” tegasnya.
Data di lapangan menunjukkan, gedung SDN Ciganas merupakan bangunan lama yang didirikan pada 1981 dan direlokasi pada 1990. Sejak saat itu, belum pernah dilakukan renovasi besar.
Kondisi tersebut membuat material bangunan mengalami pelapukan serius. Bahkan, berdasarkan hasil pengecekan bersama aparat setempat, penyebab utama ambruknya ruang kelas bukan faktor cuaca ekstrem, melainkan usia bangunan.
“Situasi ini mencerminkan tantangan besar sektor pendidikan, khususnya di daerah. Banyak sekolah masih bergantung pada bangunan lama yang rentan rusak,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, pihak sekolah tetap memastikan kegiatan Ujian Satuan Pendidikan (USP) berjalan sesuai jadwal. Sebanyak 125 siswa masih dapat menggunakan ruang kelas lain yang dinilai aman.
“Persiapan ujian sudah selesai. Kami manfaatkan ruang yang masih layak agar kegiatan tetap berjalan,” ujar Kepala SDN Ciganas, Tati.
Meski demikian, kekhawatiran tetap membayangi, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar, mengingat ada ruang kelas lain yang berpotensi roboh. Langkah cepat yang diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menjadi penting sebagai bagian dari solusi jangka pendek. Sementara itu, kebijakan revitalisasi menyeluruh menjadi kunci untuk menjawab persoalan jangka panjang.
Deden menegaskan, pihaknya akan mengawal proses pembangunan hingga tuntas agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang masa depan anak-anak kita. Kita pastikan mereka mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” pungkasnya.
Reporter: Andry Hidayat
Redaktur: Andra Permana




