Kabupaten SukabumiPemerintahan

Satpol PP Kabupaten Sukabumi Gaungkan Semangat Harkitnas 2026 di MA Yaspi Cicantayan

Sukabuminow.com || Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dimanfaatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat kesadaran hukum generasi muda melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah.

Lewat program “Satpol PP Goes To School”, sosialisasi peraturan daerah (perda) dan peraturan kepala daerah (perkada) digelar di MA Yaspi Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/5/26). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun budaya disiplin, ketertiban, dan tanggung jawab sosial sejak usia pelajar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, menilai tema Harkitnas 2026 memiliki makna mendalam bagi pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan sosial dan digital yang terus berkembang.

Menurutnya, kebangkitan nasional saat ini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik atau sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga kebangkitan kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab sosial masyarakat, terutama kalangan pelajar.

“Semangat Harkitnas harus menjadi energi bersama untuk membangun generasi muda yang sadar aturan, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Kebangkitan hari ini dimulai dari karakter,” ujar Deni.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi. Turut hadir unsur TNI dan Polri, di antaranya perwakilan Koramil serta jajaran Polsek Cibadak yang memberikan penguatan terkait pentingnya ketertiban dan keamanan lingkungan.

Berbeda dari pola sosialisasi formal yang cenderung satu arah, pendekatan yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Sukabumi lebih mengedepankan dialog interaktif bersama para siswa.

Dalam forum itu, pelajar diajak membahas langsung berbagai persoalan yang kerap muncul di lingkungan remaja, mulai dari disiplin sekolah, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial, hingga potensi pelanggaran yang sering dianggap sepele namun berdampak hukum.

Deni mengungkapkan, pengalaman Satpol PP di lapangan menunjukkan bahwa banyak persoalan ketertiban umum berawal dari minimnya pemahaman sejak usia sekolah.

Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai lebih efektif dibanding hanya mengedepankan penindakan setelah pelanggaran terjadi.

“Kami tidak ingin hanya hadir ketika masalah sudah muncul. Kami ingin masuk lebih awal, membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami dampak dari setiap tindakan yang dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan persuasif dan dialogis, Satpol PP ingin menghadirkan wajah penegakan aturan yang lebih edukatif dan dekat dengan generasi muda.

“Kami ingin pelajar memahami bahwa menjaga ketertiban bukan sekadar takut terhadap sanksi, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara,” tegas Deni.

Dalam sesi diskusi, para siswa juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satunya disampaikan Ardi Ardiansah, perwakilan siswa kelas XI, yang mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya disiplin dan kesadaran hukum.

Menurut Deni, keterlibatan aktif pelajar dalam diskusi menjadi indikator bahwa pendekatan komunikasi yang humanis lebih mudah diterima generasi muda dibanding pola ceramah konvensional.

Ia berharap program “Satpol PP Goes To School” dapat terus diperluas ke berbagai sekolah di Kabupaten Sukabumi sebagai langkah nyata membangun ketertiban sosial dari hulu.

Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan sosial yang cepat, Deni menilai kolaborasi sekolah, keluarga, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci menjaga generasi muda tetap berada pada jalur positif.

“Kalau kesadaran sudah tumbuh sejak sekolah, maka ke depan kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang tertib, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat untuk membawa Indonesia lebih maju,” pungkasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page