AdvertorialKabupaten SukabumiPemerintahan

Pembangunan Kampung Mubarakah Sukabumi Dikebut, Disperkim Pastikan Warga Segera Punya Rumah Layak

Sukabuminow.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Progres pembangunan di kawasan relokasi Kampung Mubarakah kini mulai terlihat signifikan dan ditargetkan segera rampung agar masyarakat bisa kembali menempati rumah yang aman dan layak.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan percepatan pembangunan huntap menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Alhamdulillah progres pembangunan terus berjalan dengan baik. Kami optimistis pembangunan huntap ini dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat penyintas bencana bisa segera menempati rumah baru yang lebih aman dan nyaman,” ujar Sendi, Selasa (19/5/26).

Menurutnya, pembangunan huntap Kampung Mubarakah bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi bagian dari upaya menghadirkan kembali harapan dan kepastian hidup bagi masyarakat terdampak bencana.

Saat ini, sekitar 25 unit rumah telah memasuki tahap pembangunan dari total 100 unit huntap yang direncanakan untuk warga penyintas pergerakan tanah di Desa Cikadu.

“Pembangunan dilakukan bertahap dengan pengawasan teknis yang ketat agar kualitas bangunan tetap terjaga. Kami ingin masyarakat nantinya benar-benar mendapatkan hunian yang layak, aman, dan memiliki lingkungan permukiman yang lebih baik,” katanya.

Sendi menambahkan, Disperkim Kabupaten Sukabumi terus memperkuat koordinasi bersama berbagai pihak agar proses pembangunan berjalan sesuai target. Pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan kawasan relokasi memiliki penataan lingkungan yang mendukung aktivitas masyarakat ke depan.

“Kami berharap pembangunan ini dapat menjadi awal kebangkitan baru bagi masyarakat Cikadu. Pemerintah hadir untuk memastikan warga terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pembangunan kawasan relokasi Kampung Mubarakah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah Ade Suryaman, unsur Forkopimda, serta Forum CSR Kabupaten Sukabumi pada Rabu (1/4/26).

Bagi warga Desa Cikadu, pembangunan huntap tersebut menjadi titik terang setelah lebih dari dua tahun menghadapi dampak bencana pergerakan tanah yang sempat memporak-porandakan permukiman warga.

Ketua Koordinator Posko Bencana Gempol sekaligus penerima manfaat huntap, Asep Sofyan, mengaku bersyukur karena proses pembangunan kini terus bergerak dan mulai memberikan harapan baru bagi masyarakat.

“Warga sekarang jauh lebih optimistis karena pembangunan rumah sudah terlihat nyata. Kami berharap semuanya berjalan lancar sampai selesai sehingga masyarakat bisa segera menempati rumah baru,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejak bencana pertama terjadi pada 4 Desember 2024 hingga bencana susulan pada Desember 2025, masyarakat hidup dalam keterbatasan dan ketidakpastian. Namun kini, pembangunan huntap menjadi simbol kebangkitan warga untuk kembali menata kehidupan.

“Kami merasa memiliki harapan baru. Mudah-mudahan pembangunan ini cepat selesai dan masyarakat bisa kembali hidup dengan aman dan nyaman,” tandasnya.

Reporter: Ade F
Redaktur: Andra Permana

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!

Berita Terkait

Back to top button

You cannot copy content of this page