AdvertorialKabupaten SukabumiPariwisata

Resmikan Akses Jalan Pantai Karang Gantung Surade, Bupati Sukabumi Bicara Rekomendasi Unesco

Reporter : Ridwan HMS

Sukabuminow.com || Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer. Mayoritas pantai memiliki panorama indah dan layak dikunjungi pelancong untuk melepas penat. Salah satunya Pantai Karang Gantung, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade.

Keindahan Pantai Karang Gantung telah diakui berbagai kalangan. Namun, satu kondisi yang banyak dikeluhkan pengunjung yakni minimnya akses jalan menuju tempat itu.

Namun kini, permasalahan tersebut telah terjawab. Akses jalan menuju Pantai Karang Gantung telah tersedia. Terbaru, jalan tersebut diresmikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Sabtu (7/3/20).

“Jalannya sudah dibuka dan bagus juga. Gencarkan promosinya. Supaya banyak pengunjung yang datang,” tutur Marwan usai peresmian akses jalan menuju objek wisata Pantai Karang Gantung.

Surade merupakan satu dari delapan wilayah yang termasuk dalam kawasan wisata dunia Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG). Sehingga jelas memiliki nilai lebih dalam promosi nantinya.

“Tapi ingat, masyarakat harus ikut aktif menjaga keindahan dan keasrian Pantai Karang Gantung ini. Jangan biarkan sampah berserakan dimana-mana. Ekosistemnya jangan dirusak juga, harus dijaga. Sehingga pengunjung nyaman dan betah,” ujarnya.

Marwan menyebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini masih berupaya keras mewujudkan 13 rekomendasi dari Unesco untuk CPUGG. Sehingga statusnya dapat dipertahankan sebagai destinasi wisata dunia.

“Kami support Badan Pengelola CPUGG yang diketuai Pak Sekda (Iyos Somantri), untuk mewujudkan 13 rekomendasi itu. Peran serta masyarakat sangat penting dan dibutuhkan dalam prosesnya,” bebernya.

Adapun 13 rekomendasi yang dimaksud, di antaranya Pengaplikasian Master Plan Yang Sudah Dibuat; Legalisasi kemitraan; Aksesibilitas dan Infrastruktur; Meningkatkan Program Edukasi ke Sekolah serta Edukasi Tentang Mitigasi Bencana; Pengembangan Modul Pelatihan Untuk SDM Lokal; Riset Khusus Tentang Hayati dan Hubungannya Dengan Geologi serta Budaya; Inventarisasi Warisan Non Benda/Tak Berwujud;

Selanjutnya, Pembuatan Materi Interprestasi Geosite Yang Mudah Dipahami; Strategi Kemitraan; Pengembangan 3A di Semua Geosite Dengan kualitas yang Sama; Implementasi Networking Level Internasional; Tidak Ada Istilah Geoarea; dan Memperkuat Networking dengan Unesco Global Geopark lainnya, Baik di Tingkat Lokal, Nasional, maupun Internasional;

Editor : Andra Permana || E-mail Redaksi : sukabuminow8@gmail.com

Tags

Related Articles

Close
Close